• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III Menunjukkan Komitmen dalam Praktik Perkebunan Berkelanjutan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kebun Terantam PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III, terus menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan. Mengacu pada standar internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), kebun seluas 5.500 hektare di Kabupaten Kampar, Riau, ini mengedepankan pengelolaan yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan produktivitas.

Dengan standar operasional yang ketat, Kebun Terantam mampu mencapai keseimbangan antara produksi dan keberlanjutan. Manager Kebun Terantam, Arizal Gusnadi, dalam keterangan tertulisnya di Kampar, Selasa (25/2), mengungkapkan bahwa sejak awal tahun, Kebun Terantam telah mencatat produksi 18.733 ton tandan buah segar (TBS).

"Sepanjang Februari ini, realisasi produksi Kebun Terantam mencapai 8.647ton dengan capaian 110,53 persen terhadap RKAP dan 124,34 persen terhadap YoY (Year on Year) 2024. Dan sepanjang awal tahun ini, realisasi produksi Kebun Terantam mencapai 18.733 ton dengan capaian 118,10 persen terhadap RKAP dan 106,84 persen terhadap YoY 2024," kata Arizal.

Tidak hanya dari sisi produksi, ia turut menjelaskan bahwa realisasi berat tandan rata-rata (BTR) di Kebun Terantam mencapai 14,47 kilogram per tandan. Angka tersebut beradadi atas estimasi sensus produksi sampai dengan 23 Februari 2025 sebesar 14,26 kilogram pertandan atau mencapai 101,45 persen.

"Ini menandakan TBS yang dikirim dan yang diterima pabrik kelapa sawit sesuai. Tidak ada pemangkasan di jalan ataupun istilah "buah angin" di lapangan," tegasnya.

Fakta itu, lanjut Arizal, turut mematahkan isu liar yang dihembuskan sekelompok kecil oknum media yang menuding adanya aksi wanprestasi di Kebun Terantam.

Terlebih lagi, lanjut dia, Kebun Terantam termasuk salah satu kebun yang telah mengantongi sertifikasi internasioal RSPO. Menurut penuturannya, peneraapan standar RSPO adalah salah satu langkah strategis yang diambil perusahaan untuk memastikan bahwa produk sawit yang dihasilkan memenuhi standar internasional dalam hal keberlanjutan. Selain berkomitmen pada keberlanjutan, entitas ini juga telah berhasil mencapai tingkat produksi yang optimal.

"Prinsip-prinsip keberlanjutan kami terapkan dalam setiap tahap operasional, mulai dari perencanaan hingga proses panen. Dan selama ini telah meraih hasil yang positif baik dalam hal produksi maupun reputasi," ujar Arizal.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keharusan," katanya.

Dengan mempertahankan standar RSPO dan terus melakukan inovasi, lanjut dia, pihaknya tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi nasional yang lebih bertanggung jawab.

Sumber: kabarbumn.com

Artikel Terkait