PT Kobexindo Kontruksi Indonesia fokus meningkatkan penetrasi pasar untuk segmen perkebunan kelapa sawit terutama di daerah sentra sawit di Sumatera dan Kalimantan.
Meski resmi beroperasi dua tahun lalu, namun perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat berat, PT Kobexindo Kontruksi Indonesia sangat memahami beragam industri yang membutuhkan alat berat. Maka dengan sumberdaya yang dimilikinya, PT Kobexindo Kontruksi Indonesia optimis bisa menembus pasar alat berat keberbagai sektor industri.
Salah satunya sektor industri perkebunan dan lebih spesifik perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia. Dengan ragam produk yang dimiliki siap untuk mendukung berbagai pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.
Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, PT Kobexindo Konstruksi Indonesia (KKI) adalah anak perusahaan KOBEXINDO GROUP yang sudah berdiri sejak 2002. KKI bertransformasi sejak tahun 2021 merupakan dealer dari beberapa merk alat berat seperti DOOSAN-BOBCAT, DYNAPAC dan SHANTUI yang berfokus di area non mining seperti Konstruksi, Industry dan Agriculture/Plantation. Konsep dealership KKI adalah mencakup 3S ( Sales - Spare Part - Service ) sehingga bukan saja melakukan penjualan tetapi juga mencakup purna jual baik spare part maupun service.
Alat berat yang diagenai KKI mulai dari alat berat Forklift baik Diesel maupun Battery dengan kapasitas 2.5 ton sampai dengan 25t dengan tinggi yang bervariasi sesuai kebutuhan aplikasi di lapangan, , Tower Lamp dengan tipe Metal Halide maupun LED, Excavator dari 6 ton sampai dengan 20 ton, Wheel Loader 1,8 m3 sampai 3 m3, Compactor, Finisher, Tandem maupun Tyre Roller, Motor Grader, dan Dozer.
"Khusus untuk segmen Agrikultur dan Perkebunan sawit, kami mempunyai beberapa type unit di antarnya Mini Excavator mulai dari kapasitas 6 ton hingga 13,5 ton. Selain itu, ada Vibro Soil Compactor untuk perawatan jalan di kebun serta wheel loader untuk loading unloading hasil panen," kata National Sales Manager, PT. Kobexindo Konstruksi Indonesia, Frannedi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia, beberapa waktu lalu.
"Sejak mulai berdiri tahun 2022 kita sudah aktif untuk memasarkan alat di segmen perkebunan kelapa sawit," imbuh Frannedi.
Selain segmen pasar sektor perkebunan, pihak PT Kobexindo Kontruksi Indonesia juga mempunyai produk untuk segmen (pasar) sektor forestry dengan memasarkan produk Mini Excavator SE135 (kelas 13 - 14 ton). "Produk ini juga bisa diaplikasikan di sektor perkebunan dan Perhutanan. Jadi memang didesain khusus untuk Agriculture dan Forestry," ungkap Frannedi.
Dari aspek kualitas produknya, pihak manajemen memastikan mampu bersaing dengan produk lain di kelasnya dengan keistimewaan serta keunggulannya. Dari sisi product support terkait parts availability dan service (mekanik).
Upaya untuk penetrasipasa juga terus dilakukan pihak manajemen PT Kobexindo Kontruksi Indonesia di tengah persaingan bisnis alat berat di Indonesia.
Dijelaskan Frannedi, untuk perihal market share. Kami memang untuk brand Shantui baru pegang (mengageni) sejak tahun lalu. Maka, dari sisi prosentase masih kecil.
"Tetapi, kami sedang bergerak untuk coba ikut bersaing di market brand china. Berharap tahun ini bisa ambil market minimal 5 % dari kebutuhan pasar Indonesia, sebab dari segmen pasar sektor konstruksi, agrikultur, pertambangan dan forestry di Indonesia terus berkembang. Ini menjadi peluang bagi kami untuk terus berkompetisi memasarkan produk," jelasnya.
"Dalam beberapa bulan kedepan, kami akan aktif ikut beberapa event terkait dengan sektor market perkebunan kelapa sawit. Dan, melakukan canvassing untuk semua perkebunan kelapa sawit yang berada di Sumatera dan Kalimantan," tambah Frannedi.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 153)














