• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

PT SKM Operasikan PLTBg untuk Kurangi Emisi, Dukung Target Netral Karbon TAP 2036

Kalteng, SAWIT INDONESIA — PT Sukses Karya Mandiri (SKM) terus memperkuat komitmen pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah sawit. Sejak 2023, perusahaan telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berbasis limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) untuk memasok kebutuhan listrik kernel crushing plant (KCP). Upaya ini menjadi bagian dari strategi energi baru terbarukan (EBT) Triputra Agro Persada Group (TAPG), yang menargetkan pencapaian carbon neutral company pada 2036.

Dalam kunjungan lapangan di Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, Rabu, Mill Manager PT Sukses Karya Mandiri—anak perusahaan TAPG—Roganda Sitorus menjelaskan proses pengolahan biogas yang dijalankan SKM.

Menurut Roganda, limbah cair hasil pengolahan tandan buah segar (TBS) pertama-tama dialirkan ke kolam pendingin untuk menurunkan suhu. Setelah stabil, limbah masuk ke unit mixing camp untuk dicampur dengan limbah padat dan bakteri yang berfungsi menurunkan pH ke kisaran 4,5–6, sekaligus mempersiapkannya ke tahap biodigester.

“Pada biodigester inilah bakteri bekerja menghasilkan gas metana. Gas kemudian dialirkan ke scrubber untuk menurunkan kadar hidrogen sulfida. Kandungan H₂S ini berbahaya bila langsung masuk ke gas engine,” ujar Roganda.

Setelah proses penyaringan, gas metana dialirkan menuju gas engine sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sementara itu, limbah sisa proses biogas dimanfaatkan kembali ke kolam pemupukan sebagai bahan organik untuk perkebunan.

“Listrik yang dihasilkan dari PLTBg mencapai 2 megawatt. Pasokan ini cukup untuk operasional pabrik kernel berkapasitas 250 ton per hari dan perumahan karyawan di sekitar kebun,” jelas Roganda.

Ia menambahkan, dari sisi pengurangan emisi, PLTBg mampu menekan potensi pelepasan sekitar 73.000 ton karbon ekuivalen, sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar diesel secara signifikan.

“Sebelum ada biogas, konsumsi solar bisa mencapai 50 liter per jam. Sekarang sudah tidak menggunakan solar lagi untuk operasional pabrik. Gas yang kami kelola sendiri mampu menghasilkan energi hingga 1.300 kW per jam, dengan 300 kW di antaranya digunakan untuk kebutuhan domestik,” kata Roganda.

Dengan beroperasinya PLTBg ini, TAPG memperkuat posisi sebagai grup agribisnis yang aktif mengembangkan EBT berbasis limbah sawit, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

Artikel Terkait