Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) membukukan surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp2,86 triliun sepanjang Tahun Buku 2025. Capaian tersebut diraih seiring bertambahnya penugasan pemerintah yang membuat perseroan kini mengelola sekitar 4,11 juta hektare aset perkebunan negara.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menjelaskan surplus tersebut merupakan hasil pelaksanaan penugasan pemerintah dalam mengelola aset perkebunan dan bukan laba korporasi yang berasal dari kegiatan usaha perseroan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi pijakan awal bagi Agrinas untuk memperkuat perannya sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung pengelolaan aset secara berkelanjutan.
"Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi APN untuk terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat," ujar Abdul Ghani dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (12/7/2026).
Di luar penugasan tersebut, Agrinas juga membukukan laba bersih sebesar Rp27,9 miliar dari kegiatan usaha jasa konsultansi konstruksi yang menjadi lini bisnis komersial perusahaan.
Dengan demikian, perseroan saat ini menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mengelola aset perkebunan negara berdasarkan mandat pemerintah serta mempertahankan kinerja usaha melalui kegiatan bisnis korporasi.
Sepanjang 2025, luas areal yang dikelola Agrinas tercatat sekitar 1,7 juta hektare. Seiring bertambahnya penugasan pemerintah, cakupan pengelolaan tersebut meningkat menjadi 4,11 juta hektare. Dari total lahan tersebut, sekitar 730.000 hektare merupakan kebun kelapa sawit yang telah memasuki fase produktif.
Skala pengelolaan tersebut menempatkan Agrinas sebagai salah satu pengelola aset perkebunan terbesar di Indonesia sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas perkebunan nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
Abdul Ghani mengatakan transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga diarahkan pada penerapan prinsip keberlanjutan melalui penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Kami meyakini bahwa pengelolaan aset yang didukung tata kelola yang baik, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta kemitraan yang harmonis dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang optimal," katanya.
Untuk mendukung agenda tersebut, Agrinas menjalankan sejumlah program strategis, antara lain penguatan legalitas aset, peningkatan sistem pengamanan perusahaan, penyempurnaan tata kelola pengadaan dan kegiatan komersial, penguatan organisasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Perseroan juga memperluas kemitraan dengan petani, koperasi, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional, disertai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta pengembangan dan hilirisasi komoditas pangan prioritas sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas aset perkebunan negara.
Sumber: ekonomi.bisnis.com














