Jakarta, SAWIT INDONESIA - PTPN IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), optimis pembangunan pabrik pangan dan biodiesel sawit akan membawa kesejahteraan bagi petani sawit dan masyarakat.
PalmCo memproyeksikan, pada 2030, fasilitas tersebut mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, atau setara sekitar 567.000 ton CPO.
“Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” jelas Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangan tertulis, Selasa (25 Maret 2026).
PalmCo optimistis, dengan integrasi dari hulu hingga hilir serta dukungan kebijakan nasional, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi.
Dalam tahap awal pengembangan, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028.
Fasilitas tersebut mencakup pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun.
“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” kata Jatmiko.
Selain itu, PalmCo akan membangun pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun juga akan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional.














