• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Program Ikatan Dinas Wilmar: Cetak Tenaga Profesional di Sektor Agroindustri

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Wilmar memiliki komitmen tinggi dalam mencetak tenaga professional, yang diwujudkan melalui program ikatan dinas kepada lulusan penerima beasiswa. Program ini bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi yang fokus bidang pertanian.

Bahkan, program ini berhasil dengan tingkat keberlanjutan ikatan dinas mencapai 68,75 persen, terhitung sejak mereka memasuki Instiper hingga berakhirnya ikatan dinas.

Di tahun ini, program ikatan dinas Wilmar bekerja sama Institut Stiper (Instiper) Yogyakarta memasuki usia satu windu, dan telah berhasil melahirkan tenaga profesional yang kini menduduki posisi penting di perusahaan.

Direktur Operasional Wilmar, Cheah Cee Wai, mengatakan para penerima beasiswa yang mengikuti ikatan dinas mendapatkan kesempatan luas untuk mengembangkan diri serta memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Saat ini, mereka telah menempati posisi strategis dalam struktur organisasi. Hasil yang mereka raih merupakan buah dari proses belajar dan kerja keras untuk menjadi profesional di bidangnya masing-masing.

"Kami selalu memberikan kesempatan bagi karyawan untuk terbang lebih tinggi bersama perusahaan,” katanya dalam Wilmar Scholarship Program, Workshop and Graduation di Serang, Banten, pada Selasa (18 Februari 2025), dalam rilis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Wilmar Scholarship Program, Workshop and Graduation menjadi momen kelulusan bagi penerima beasiswa yang telah menyelesaikan ikatan dinas selama delapan tahun dengan perusahaan.

Salah satu penerima beasiswa, Roy Hidayat, yang kini menjabat sebagai Deputi Factory Manager PT Wilmar Padi Indonesia, Serang, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan memperoleh pengalaman di berbagai industri yang dioperasikan perusahaan.

“Perusahaan telah membuka pintu bagi saya untuk mengembangkan kemampuan. Saya selalu mengambil peluang yang ada,” ujarnya, dengan bangga.

Menurut Roy, akses ke pendidikan tinggi dan peluang kerja yang diberikan oleh Wilmar telah membantunya meraih kehidupan yang lebih baik. “Saya kini dapat membantu keluarga, membeli rumah, dan kendaraan. Saya adalah orang pertama di keluarga yang bekerja di perusahaan berskala global,” katanya.

Hal senada, dalam kesempatan yang sama, diucapkan Antonius Umbulero yang saat ini menjabat Assistant Supervisor PT Gersindo Minang Plantation. Program beasiswa Ikatan Dinas ini memberinya kesempatan untuk menimba pengalaman, membangun karakter, serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan bersosialisasi.

“Saya bersyukur bisa mengikuti program beasiswa ini. Saya bisa merasakan perbedaan antara daerah saya dan wilayah lain di Indonesia,” ucapnya.

“Bekerja di industri kelapa sawit masih langka di daerah asalnya, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, yang masih didominasi sektor pertanian tradisional. Ke depan, saya berharap dapat terus berkembang bersama perusahaan dengan terus belajar dari berbagai tantangan dan peluang yang ada,” pungkasnya.

Artikel Terkait