PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) meraih penghargaan dalam ajang Sawit Indonesia Award 2024 yang digelar di Hotel Royal Kuningan di Jakarta, Kamis (12 Desember 2024). Penghargaan tersebut diberikan kepada PT BIA untuk kategori Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Papua.
Head of ESG PT Bio Inti Agrindo (PT BIA), Bae Gyutae yang hadir dalam penghargaan ini menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung perusahaan. “Penghargaan ini membuat kami makin semangat untuk terus membangun Indonesia, khususnya masyarakat papua melalui kolaborasi pemberdayaan,” ujarnya seusai menerima penghargaan dari Qayuum Amri, Ketua Pelaksana Sawit Indonesia Award 2024 yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia.
Sawit Indonesia Award ini merupakan agenda tahunan dari Majalah Sawit Indonesia dan kali ini merupakan tahun ketiga pelaksaan ajang perhargaan ini. Ada 45 penghargaan diberikan keberbagai lembaga, asosiasi, pengusaha, perusahaan dan individu yang memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan industri sawit di Indonesia yang telah diseleksi secara ketat.
Perusahaan berfokus pada pembangunan kebun plasma sejak tahun 2016 secara bertahap dan selesai 100% pada 2021 silam, kegiatan ini terbukti meningkatan ekonomi masyarakat lokal. Dari hasil plasma pendapatan rata rata yang diperoleh sebesar Upah Minimum Regional (UMR) Merauke setiap bulannya.
Masyarakat diberikan pendampingan intensive dari awal pembentukan koperasi, training teknis tentang pengelolaan kebun, mengelola keuangan, sertastudi banding kebeberapa koperasi plasma yang berhasil di pulau Sumatera dan Kalimantan.
Tak hanya itu, perusahaan juga mendorong peningkatan pendapatan rata-rata pada kampung lokal yang berada di sekitar perusahaan yakni Kampung Selil, Kindiki dan Muting .Kegiatan ini adalah hasil berkolaborasi antara PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).
Perusahaan intervensi secara holistik dimulai dari kajian sosial ekonomi dan sustainable livelihood secara partisi patory rural appraisal (PRA) pada tahun 2022 lalu. Dari hasil kajian tersebut ditemukan potensi sumberdaya, identifikasi kebutuhan dan teknologi yang dijadikan dasar untuk mendukung kegiatan ekonomi di kampung.
PT BIA menempatkan pendamping kampung selama minimal 12 bulan stay in. Ruang lingkup pendamping disini ialah memberikan sosialisasi, pelatihan teknis tentang produk yang ingin dihasilkan, tata kelola keuangan hingga pemasaran produk. Tak hanya itu, kami juga mendampingi masyarakat dalam pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) atau di wilayah Papua dikenal dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK/BumKam) saat ini telah ada 3 BUMK yang telah berjalan.
Hasil produkdari kampung binaan PT BIA antara lain; ikan asin, ikan asap, ikan segar, Virgin Coconut Oil (VCO), tas noken, kerupuk basah serta hasil ladang. Produk yang dijual tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan melainkan juga pemenuhan nutrisi harian dan juga ketahanan pangan lokal. Tak hanya mendukung ekonomi, PT BIA juga memiliki program pengentasan stunting dan peningkatan literasi dikampung yang sama. PT BIA berharap dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.














