Revolusi Kompetensi SDM Sawit asal Kuantan Singingi Demi Menembus Batas Produktivitas Nasional Melalui Praktik Pengelolaan Perkebunan Terbaik.
PEKANBARU, SAWIT INDONESIA – Gerakan transformasi industri kelapa sawit nasional kembali bergerak nyata. Sebanyak 185 pekebun sawit asal Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, secara resmi dilatih dan praktek langsung dalam kunjungan lapang ke perkebunan PT Minamas Plantation di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada Kamis (11/6/2026). Kunjungan lapang ini merupakan bagian penting dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan yang didanai penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan mendapat panduan teknis dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).
Program regular tahunan BPDP ini dirancang untuk memangkas kesenjangan produktivitas petani swadaya dibandingkan produktivitas Perusahaan Besar Swasta (PBS) ataupun produktivitas Perusahaan Besar Nasional (PBN). Pada Gelombang 1 tahun 2026, provider lembaga pelatihan Best Planter Indonesia (BPI) kembali dipercaya penyelenggarakan pelatihan yang berlokasi di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Riau, pada tanggal 8 - 13 Juni 2026. Sharing pengetahuan dan pengalaman narasumber dilakukan disesi kelas, sedangkan sharing praktek dan perbandingan kondisi kebun dilakukan saat kunjungan lapang ke PT Minamas Plantation.
Memilih benih dan varietas unggul sawit.
Dengan konvoi enam bus, rombongan peserta kunjungan lapang bergerak menuju pembibitan di PT Aneka Sawit Lestari. Rombongan sampai dilokasi pukul 8 pagi, disambut oleh tim dari Minamas Plantation. Kegiatan kunjungan diawali dengan Safety Briefing oleh staf ahli K3 Bp. Billy, dilanjutkan dengan sambutan dari manajemen, yaitu Area Controller Wilayah Siak (Bp. Mirlansyah), Head Agronomi Wilayah Riau dan Aceh (Bp. Adi Sutrisno), dan Estate Manager (Bp. Rico). "Kami sangat bahagia dan terbuka penuh menerima kunjungan dari para perkebunan yang dilatih oleh BPI ini," tegas Mirlansyah dengan nada optimistis saat menyambut para peserta.
Titik kunjungan pertama adalah pembibitan PT Aneka Sawit Lestari seluas 17 hektar. Bapak Adi Sutrisno membahas mengenai varietas unggul iCalix yang diproduksi oleh Minamas Plantation. Para petani melakukan praktik penanaman kecambah di pre-nursery menggunakan babybag. Dilubang tanam babybag diaplikasi aplikasi Mikoriza untuk memicu percepatan pertumbuhan akar sekaligus antisipasi serangan penyakit Ganoderma yang mematikan. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenali anomali kecambah seperti double tone dan triple tone, teknik transplanting ke largebag, hingga eksekusi pemusnahan (culling) bibit cacat pada usia 3, 6, dan 10 bulan agar tidak menjadi investasi sia – sia di lapangan.
Membongkar Tiga Kunci Pendongkrak Produksi
Titik kunjungan ke-2 adalah Tanaman Menghasilkan (TM) di Afdeling A Blok 007 PT Aneka Inti Persada seluas 86 hektar. Pohon sawit berumur 37 bulan dengan estimasi produksi mencapai 22 ton/ha/tahun, dimana panen perdana umur 30 bulan dengan produksi 16 ton/ha/tahun. Estate Manager (Bapak Rico) menyampaikan tiga kunci pendongkrak produksi yaitu:
- Kastrasi / ablasi: Pembuangan bunga Jantan dan bunga betina dilakukan sejak tanaman berumur 12 bulan dan diulang konsisten setiap dua bulan sekali. Kastrasi dihentikan Ketika tanaman berumur 24 bulan.
- Nutrisi Seimbang dan Presisi: Dosis pemupukan wajib dipenuhi secara lengkap sesuai umur tanaman. Dijelaskan juga contoh daun sawit yang mengalami gejala kekurangan unsur hara.
- Pengendalian Hama Terpadu: Serangan hama kumbang badak (Oryctes rhinoceros) dikendalikan dengan penyemprotan insektisida piretroid sintetis berbahan aktif sipermetrin. Untuk hama tikus, Minamas Plantation menerapkan pengendalian secara biologi dengan pembiakan Burung Hantu (Tyto alba).
Link Pembelian Benih Unggul i-Calix bagi Petani Swadaya
Titik kunjungan ketiga adalah pohon induk yang menjadi awal produksi benih i-Calix. Rombongan diterima oleh Pimpinan Seeds Production (Bp. Burhanudin Saragih dan Bp Julius). Dititik ini peserta diperlihatkan proses kawin silang antara pohon induk Dura dan Pisifera yang melahirkan varietas unggul tenera i-Calix.
Minamas Plantation mampu memproduksi 4 juta kecambah per tahun. Minamas Plantation membuka akses bagi petani mandiri atau swadaya untuk membeli benih unggul i-chalik. Pembelian perorangan dilayani dengan minimum order 200 hingga maksimal 1.000 kecambah. Sedangkan pembelian melalui Kelembagaan Kelompok Tani atau Koperasi diberikan kuota maksimal 5.000 butir kecambah per pesanan.
Rangkaian kegiatan kunjungan lapang ini memberikan Gambaran utuh bagi peserta dari mulai pohon induk – pembibitan sampai kebun produksi, bagaimana pengelolaan kebun sawit dengan awal bibit yang benar, dikelola dengan benar, akan menghasilkan produksi yang tinggi.
Semoga produksi di Perkebunan Rakyat, baik kebun mandiri ataupun kebun swadaya bisa meningkat kedepannya. Aamiin.














