• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Program B50 Butuh Pasokan 24 Juta Ton CPO

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Indonesia secara bertahap akan meningkatkan jumlah penggunaan biodiesel di dalam negeri. Rencana Presiden terpilih RI 2024-2029, Prabowo Subianto yang akan mengimplementasikan program bauran biodiesel 50% atau B50 pada tahun depan. Lalu seberapa besar pasokan CPO yang dibutuhkan untuk program B50?

Ketua Komite Perkebunan Apindo Harry Hanawi mendukung program presiden terpilih Prabowo Subianto yang akan menerapkan program B50. Sebab, program ini mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Dengan adanya program B50, maka kapasitas produksi biodiesel yang dibutuhkan mencapai 24 juta kiloliter,” kata Harry.

Skema program B50 ini dapat menggunakan dua opsi bauran yaitu 50% FAME (B50) dan B40 + 10% HVO (hydrotreated vegetable oil).

Lalu berapa pasokan sawit yang dibutuhkan untuk B50? Dengan kapasitas terpasang produksi biodiesel 24 juta kiloliter, ini setara dengan 24 juta ton CPO (1 Kl = 0,98 ton).

Merujuk data GAPKI, konsumsi biodiesel dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Hingga 2023, konsumsi biodiesel mencapai 10,6 juta ton. Lebih tinggi dari tahun 2022 sebesar 9 juta ton dan 2021 sebanyak 7,3 juta ton.

Saat ini, penggunaan biodiesel tahun 2023 telah melampaui penggunaan untuk pangan. Total kebutuhan domestik untuk minyak sawit mencapai 23,2 juta ton bagi penggunaan biodiesel, oleokimia, dan pangan.

Harry Hanawi mengatakan kebijakan B35 ditargetkan menyerap 13,41 juta kiloliter biodiesel. Lalu dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 35 juta ton CO2. Dampak positif berikutnya menaikkan penghasilan pajak pemerintah melalui PPH Badan dan PPN.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan soft launching Biodiesel B50 di Kalimantan Selatan dan mencatatkan sejarah kemandirian energi nasional yang menjadi mimpi besar Indonesia untuk 5-10 tahun kedepan.

"Ini gagasan besar, Bapak Presiden sekarang dan Bapak Presiden terpilih, Indonesia menjadi lumbung pangan dan mandiri energi. Dua ini kekuatan bisa menggetarkan dunia," kata Mentan di Pabrik Biodiesel PT. Jhonlin Agro Raya, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (18/8/2024).

Kedepan, diyakini kebutuhan biodiesel berbasis kelapa sawit sangat besar, khususnya untuk konsumsi dalam negeri dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Berdasarkan data Statistik Direktorat Jenderal Perkebunan Angka Sementara Tahun 2023 Kelapa Sawit memiliki lahan seluas 16,8 Juta ha dengan produksi sebesar 46,9 juta ton.

Artikel Terkait