Jakarta, SAWIT INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Prof. Rachmat Pambudy sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Guru Besar IPB ini telah lama dikenal sebagai akademisi dan pakar yang fokus di sektor pangan dan pertanian. Saat dipanggil Presiden Prabowo pekan lalu Dijelaskan Rachmat Pambudy bahwa dirinya sering berdiskusi dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto berkaitan pemberantasan kemiskinan dan pangan.
”Beliau tertarik memberantas kemiskinan dan memberi makan masyarakat. Lalu pembukaan lapangan kerja,” tambahnya.
Dikutip dari laman Alumni IPB, Rachmat Pambudy, lelaki kelahiran Yogyakarta pada Desember 1956 ini memang matang di IPB University. Ia mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan IPB University pada tahun 1983.
Rachmat lalu melanjutkan studinya di bidang Komunikasi Pembangunan IPB University untuk meraih gelar master pada tahun 1988 dan meraih gelar doktor di bidang Penyuluhan Pembangunan di tahun 1999 di IPB University.
Selain sebagai praktisi agribisnis, juga sebagai Staf Pengajar IPB, juga pernah aktif sebagai peneliti pada Pusat Studi Pembangunan-Lembaga Penelitian IPB, Jonggol Animal Science Teaching and Research Unit (JASTRU).
Perhatian dan konsistensinya di dunia pertanian dibuktikan juga dengan kiprahnya sebagai pendiri dan Dewan Pakar LSM Komite Pemantau dan Pengawasan Pertanian Indonesia (KP3I) sejak 2016.
“Bangsa lain makmur karena produk pertanian kita. Seharusnya kita bisa lebih makmur lagi,” kata Rahmat. Hal itulah yang membuatnya tidak mau berpaling dari agribisnis, yang telah puluhan tahun ia tekuni.
Sejak tahun 2018, Rachmat Pambudy menjabat sebagai Komisaris Independen PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) Tbk, produsen minyak kelapa sawit terkemuka di Indonesia yang mengoperasikan perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Tengah.














