• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Astra Agro Raih Trusted & Popular Brand 2026, Kepercayaan Jadi Modal Bisnis Agribisnis

JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Membangun bisnis agribisnis tidak hanya berbicara tentang produksi, produktivitas, dan skala usaha. Di tengah persaingan industri yang semakin terbuka, kepercayaan publik juga menjadi modal penting dalam membangun reputasi dan daya saing sebuah perusahaan.

Hal tersebut tercermin dari diraihnya penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 kategori Agrobisnis & Agribisnis oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) dalam ajang Disway Awards 2026 di Jakarta, 29 September 2026.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil riset keterkenalan merek (top of mind) dan tingkat kepercayaan publik yang dilakukan Disway National Network bersama lembaga riset Infovesta Utama. Riset menggunakan metode Multistage Area Random Sampling.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, kekuatan sebuah brand tidak dapat dibangun secara instan. Reputasi tumbuh melalui pengalaman yang baik dan konsisten hingga melahirkan kepercayaan, loyalitas, serta keterikatan dengan konsumen.

“Membangun brand nasional hingga memiliki daya saing global yang kuat tidak bisa dilakukan secara instan. Dari pengalaman yang baik dan konsisten, tumbuhnya kepercayaan, loyalitas, dan keterikatan menjadi kunci dari setiap brand untuk masuk ke pasar,” ujar Faisol.

Menurutnya, kekuatan merek menuntut perusahaan untuk konsisten menjaga kualitas, melakukan inovasi, sekaligus memenuhi janji kepada konsumen.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi industri agribisnis yang berhadapan dengan tuntutan pasar yang tidak hanya berkaitan dengan kapasitas produksi, tetapi juga aspek keberlanjutan, lingkungan, dan sosial.

Faisol menegaskan, reputasi industri dan daya saing merek membutuhkan proses panjang. Industri modern, menurut dia, tidak cukup hanya mengejar skala produksi, tetapi juga perlu berpegang pada prinsip berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Bagi Astra Agro, penghargaan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai pengakuan terhadap popularitas merek. Penghargaan juga menjadi pengingat agar komunikasi perusahaan kepada publik berjalan searah dengan praktik yang dilakukan di lapangan.

Vice President of Corporate Communication Astra Agro Mochamad Husni menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurut dia, penghargaan menjadi pengingat bagi seluruh insan Astra Agro untuk terus menjaga konsistensi antara pesan yang disampaikan kepada publik dan apa yang benar-benar dilakukan perusahaan.

“Penghargaan ini juga menjadi pengingat kepada seluruh insan Astra Agro untuk terus memastikan bahwa pesan-pesan dan informasi positif yang disampaikan ke ruang publik sejalan dengan apa yang dilakukan dan diwujudkan secara konsisten dan penuh kesungguhan,” kata Husni.

Diukur dari Ingatan Publik

Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 tersebut memiliki basis riset yang melibatkan 20.000 responden berusia 17 hingga 60 tahun yang tersebar di 20 kota besar di Indonesia.

Dalam studi tersebut, responden diminta menyebutkan merek yang pertama kali muncul dalam pikiran mereka ketika diberikan pertanyaan mengenai kategori industri tertentu. Merek yang memperoleh tingkat keterpilihan di atas 70 persen dinobatkan sebagai pemenang.

Popularitas dalam penghargaan tersebut tidak berdiri sendiri. Keterkenalan merek menjadi salah satu bagian dari pengukuran yang kemudian dikaitkan dengan tingkat kepercayaan publik.

Bagi sektor agribisnis, kondisi ini menunjukkan bahwa membangun brand tidak berhenti pada seberapa dikenal sebuah perusahaan. Reputasi juga dibentuk melalui konsistensi menjaga kualitas, inovasi, memenuhi harapan konsumen, serta memastikan komunikasi perusahaan memiliki kesesuaian dengan praktik yang dijalankan.

Ajang Disway Awards 2026 merupakan penyelenggaraan untuk kedua kalinya. Selain Faisol Riza, acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Molly Prabawaty serta Founder Disway National Network Dahlan Iskan.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Astra Agro dalam membangun reputasi brand di sektor agribisnis sekaligus pengingat bahwa kepercayaan publik merupakan aset yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Artikel Terkait