Jakarta, SAWIT INDONESIA – MP Evans, Perusahaan perkebunan sawit asal Inggris, melaporkan penurunan produksi CPO sebesar 3% menjadi 360.800 ton sepanjang 2025 dibandingkan tahun 2024 berjumlah 372.200 ton.
Selain itu, produksi palm kernel perusahaan juga tergerus menjadi 78.900 ton pada 2025, dari tahun sebelumnya berjumlah 81.300 ton.
“Perusahaan mencapai hasil operasional yang mengesankan pada tahun 2025, dengan fokus yang jelas pada pengolahan hasil panen berkualitas tinggi. Sebagai produsen minyak sawit yang bertanggung jawab dan berfokus pada keunggulan, Grup dapat terus mengejar prioritas strategisnya yaitu pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan hasil panen,” ujar Chairman M.P. Evans, Peter Hadsley-Chaplin, dalam keterbukaan informasi.
Kendati terjadi penurunan produksi CPO dan palm kernel, tetapi pendapatan tetap terjaga berkat stabilitas harga komoditas. MP Evans menerima harga rata-rata di pabrik untuk CPO-nya sebesar US6 per ton pada tahun 2025, 5% lebih tinggi dari US3 pada tahun sebelumnya. Harga untuk PK, rata-rata, adalah US8 per ton pada tahun 2025, 42% lebih tinggi dari US5 pada tahun 2024.
Memasuki awal tahun 2026 tetap kuat, dengan Grup menawarkan hasil CPO-nya untuk dijual dengan harga sekitar US0 per ton.














