• Jumat, 25 September 2026
Sajian Utama

Primacom Dianugerahi Penghargaan sebagai Penyedia Infrastruktur  Komunikasi dan Digitalisasi Terdepan di 4th Sawit Indonesia Award 2025

PT Primacom Interbuana (Primacom) kembali mendapatkan penghargaan dari Majalah Sawit Indonesia untuk kategori Penyedia Infrastruktur Komunikasi & Digitalisasi Terdepan bagi Industri Sawit. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Primacom dalam mendukung penguatan infrastruktur komunikasi dan percepatan digitalisasi di sektor industri sawit nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025 Qayuum Amri dan diterima oleh Vice President Primacom Mariatin Ambiono, dalam acara penganugerahan yang berlangsung pada Selasa (6/12) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

Penghargaan ini menegaskan peran Primacom sebagai mitra strategis industri sawit dalam menyediakan solusi konektivitas dan digitalisasi yang andal, khususnya untuk operasional di wilayah perkebunan yang luas, terpencil, dan memiliki tantangan infrastruktur. Melalui berbagai solusi teknologi komunikasi, Primacom mendukung peningkatan efisiensi operasional, keamanan, serta integrasi sistem digital di sektor perkebunan kelapa sawit.

Diungkapkan Mariatin, apresiasi atas penghargaan yang diterima dalam Sawit Indonesia Award 2025 menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dalam mendukung industri sawit di Indonesia, khususnya dari sisi infrastruktur komunikasi dan solusi digitalisasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi infrastruktur komunikasi dan digitalisasi yang sesuai dengan kebutuhan industri sawit. Primacom berkomitmen mendukung operasional perkebunan agar semakin efisien, terhubung, dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.

“Lebih dari 30 tahun, Primacom telah diberi kepercayaan untuk melayani komunikasi dan digitalisasi guna mendukung industri sawit di Indonesia. Ke depan, Primacom akan terus memperkuat layanan dan kolaborasi dengan pelaku industri sawit untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan operasional dan perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia,” imbuh Mariatin.

Primacom merupakan satu dari 45 penerima penghargaan pada ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025. Penghargaan ditentukan berdasarkan penilian dari aspek komunikasi, konsistensi, kontribusi, hingga keberlanjutan, yang dilakukan oleh tim internal (Majalah Sawit Indonesia) dan eksternal.

“Dari hasil penilaian tim internal dan eksternal memutuskan bahwa Primacom patut menerima penghargaan atas kontribusinya. Inovasi yang dihadirkan sebagai solusi yang menyediakan infrastruktur komunikasi dan digitalisasi sesuai dengan kebutuhan industri sawit. Hal ini secara langsung mendukung industri sawit berkelanjutan di Indonesia,” jelas Qayuum Amri.

“Sebab, dalam perkembangan industri sawit, teknologi digital sudah mulai dikembangkan untuk membantu operasional di kebun. Mulai dari pre nursery hingga proses panen, bahkan saat ini proses angkut dan timbang (TBS) juga sudah menggunakan teknologi digital. Maka, infrstruktur komunikasi dan digitalisasi sudah menjadi hal penting untuk kebutuhan di industri sawit,” tambahnya.

Primacom terus mempertegas perannya sebagai perusahaan penyedia solusi komunikasi dan digitalisasi terpadu (Integrated Communication & Digitalization Solution Provider) di Indonesia.

Berawal dari penyedia layanan komunikasi satelit VSAT sejak 1991, Primacom kini berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri konektivitas dan transformasi digital nasional. Selama lebih dari tiga dekade, Primacom dikenal sebagai mitra andal bagi berbagai sektor industri yang membutuhkan jaringan komunikasi yang tangguh dan efisien.

Layanan perusahaan menjangkau beragam bidang seperti perbankan, keuangan, energi, migas, pertambangan, perkebunan, manufaktur, logistik hingga maritim. Dengan pengalaman panjang itu, Primacom dipercaya untuk menghubungkan berbagai titik operasional penting, termasuk di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

Artikel Terkait