• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

CPOPC Umumkan Sekjen dan Wasekjen CPOPC Baru, Duet Perempuan Malaysia dan Indonesia

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Dewan Negara Produsen Minyak Sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) secara resmi mengumumkan transisi kepemimpinan baru yaitu Izzana Salleh Sekjen CPOPC dan Dr. Musdhalifah Machmud Wasekjen CPOPC yang mulai berjalan Juni 2025 sampai Mei 2028.

Transisi kepemimpinan ini diumumkan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Sekretariat CPOPC di Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh CPOPC dengan Dewan Direksi yang akan habis masa jabatannya (2022-2025) yang terdiri dari Sekretaris Jenderal, Dr. Rizal Affandi Lukman, Wakil Sekretaris Jenderal, Datuk Nageeb Wahab, Direktur Keberlanjutan dan Petani Kecil, Dr. Witjaksana Darmosarkoro, dan Direktur Kebijakan dan Strategi, Dr. Puah Chiew Wei, yang selama masa jabatannya telah secara signifikan memperluas pengaruh dan relevansi kebijakan CPOPC secara global.

Dr. Rizal Affandi mengatakan kehormatan bagi saya untuk memimpin CPOPC dalam periode yang penuh perubahan ini.

Selama tiga tahun terakhir, kami telah bekerja tanpa lelah untuk mengubah cara pandang dunia terhadap kelapa sawit – dengan menempatkan fakta, keadilan, dan kesejahteraan petani sebagai pusat pembicaraan. Kami telah memperkuat fondasi kelembagaan kami, memperluas jaringan global kami, dan terlibat langsung dengan para pembuat kebijakan, produsen, dan masyarakat. Ini bukanlah akhir, melainkan kelanjutan.

“Saya yakin bahwa dengan kepemimpinan Ibu Izzana Salleh dan Dr. Musdhalifah Machmud, CPOPC akan bergerak maju dengan energi terbarukan untuk untuk menghadapi tantangan dan peluang yang ada di masa depan,”tambah Rizal.

Izzana Salleh membawa perpaduan dinamis dari pengalamannya di bidang kebijakan publik, kepemimpinan perusahaan, dan advokasi nirlaba global ke CPOPC. Sebagai Dewan Pengawas Dewan Minyak Kelapa Sawit Malaysia (MPOC) dan pendiri RISE Human Capital, beliau telah memegang berbagai peran kepemimpinan di berbagai lembaga dan perusahaan terkemuka di Malaysia, serta turut mendirikan Girls for Girls International (G4G), sebuah platform bimbingan global yang beroperasi di lebih dari 40 negara.

Artikel Terkait