• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Tambah Beasiswa Sawit Menjadi 4000 orang,  Anak Petani dan Buruh/Pekerja Sawit Bisa Kuliah Gratis

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Ada kabar gembira memasuki Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2025. Jumlah beasiswa sawit di masa Presiden Prabowo Subianto akan ditambah menjadi 4.000 orang. Penambahan ini membuka peluang anak petani, buruh, dan pekerja sawit untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pemberian beasiswa sawit ini sesuai Asta Cita untuk mencapai visi "Bersama Menuju Indonesia Emas 2045". Dalam Asta Cita disebutkan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Kesetaraan Gender yaitu menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap teknologi. Pemerintah juga mendorong kesetaraan gender dengan meningkatkan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dalam berbagai sektor pembangunan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam menentukan masa depan bangsa. Dalam sambutannya pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 dan Peluncuran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden, Presiden menyampaikan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai prioritas mutlak dalam pembangunan nasional.

Selain itu, Presiden mengungkapkan bahwa tidak ada negara yang bisa mencapai kesejahteraan dan kemajuan tanpa pendidikan yang bermutu.

“Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil,” ucap Presiden dalam sambutannya pada Jumat, 2 Mei 2025 di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), jumlah penerima beasiswa akan ditetapkan menjadi 4.000 peserta.

Saat ini, payung hukum mengenai beasiswa sawit sedang dalam proses penyelesaian.”Sekitar dua minggu lagi akan selesai. Penerima dan syarat beasiswa tidak banyak perubahan. Mungkin di tahun ini, tidak dibutuhkan lagi surat rekomendasi bupati/gubernur,” ujar salah satu satu narasumber kepada redaksi sawitindonesia.com.

Sementara itu, Dirut BPDP Eddy Abdurrachman, dalam RDP dengan Komisi IX DPR pada Februari 2025, mengatakan jumlah penerima beasiswa sawit akan ditingkatkan dari 3.000 orang tahun lalu menjadi 4.000 orang pada tahun ini. Beasiswa sawit merupakan bagian dari pengembangan SDM perkebunan ditargetkan 27 ribu orang. Program ini mencakup 4.000 penerima beasiswa, 15.000 orang peserta pelatihan kelapa sawit, 3.000 orang peserta pelatihan perkebunan kakao, dan 5.000 orang perkebunan kelapa sawit.

Saat ini, BPDP telah mengumumkan 41 perguruan tinggi yang menjadi penyelenggara beasiswa sawit pada 2025. Penetapan ini berdasarkan surat Nomor Peng-3/DPKS/2025, tentang Pengumuman Lolos Seleksi Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2025.

Perguruan tinggi penyelenggara beasiswa sawit tersebar dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Tujuannya mempermudah akses dan keterjangkauan penerima beasiswa sawit.

Calon peserta beasiswa sawit dapat memilih 94 program studi di 41 perguruan tinggi penyelenggara beasiswa sawit dengan jenjang pendidikan mulai diploma sampai sarjana. Informasi berkaitan beasiswa sawit dapat mengunjungi laman berikut: https://www.beasiswasdmsawit.id/.

Artikel Terkait