• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Presiden Prabowo: Kelapa Sawit Anugerah Tuhan kepada Indonesia, Dapat Diolah Menjadi Bensin

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki anugerah besar berupa kelapa sawit yang berlimpah. Sawit memiliki potensi sebagai sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) apabila terjadi krisis energi dunia.

Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5 Desember 2025) malam.“Kondisi dunia tidak sedang baik-baik, dimana-mana ada perang. Jia terjadi perang berlanjut di Eropa, dampaknya ke kita. Maka dari awal saya katakan bahwa kita harus swasembada pangan, swasembada energi.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa perang yang terjadi di Benua Uni Eropa bisa berdampak kepada Indonesia contohnya impor BBM.”Saudara-saudara perang berlanjut di Eropa, bisa saja kita tidak dapatkan impor BBM darimanapun,” ujarnya.

“Kalau kita tergantung impor, kita enggak mampu bayar nanti harga BBM, tapi kita diberi karunia oleh yang Maha Kuasa seperti kelapa sawit.

Presiden Prabowo menyebutkan sawit menyimpan potensi sebagai menjadi solusi strategis untuk mengatasi potensi krisis energi global karena bisa diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

“Sawit dapat menjadi solar, bisa jadi bensin juga kita punya teknologinya. Tiap kali saya kasih instruksi B50 atau B60, nanti ada pakar-pakar keekonomian harganya begini, harganya begitu,” jelas Prabowo.

“Tapi kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak punya teknologi, kalau pabrik-pabrik pengolahan tidak siap, kalau terjadi apa-apa, baru kita nanti merasakan sekarang dengan bencana di Sumatera saja,” tambahnya.

Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadwalkan uji jalan biodiesel 50 atau B50 pada 3 Desember 2025. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebutkan uji jalan dilakukan terhadap kendaraan penumpang, kapal, alat dan mesin pertanian, kendaraan sektor pertambangan, kereta api, genset.

Pemerintah saat ini masih menunggu hasil kajian komprehensif: teknis, tekno-ekonomi, harga, dan HIP biodiesel. Sebagai bagian dari kajian, uji jalan B50 skala besar akan dimulai 3 Desember 2025 melibatkan kendaraan roda empat, truk, traktor, alat pertanian, genset, sektor pertambangan, hingga kapal laut.

Ada dua jenis solar yang diuji: solar Pertamina existing (sulfur 2.000 ppm) dan solar standar Eropa (sulfur 50 ppm). Komposisi biodiesel yang dicoba antara lain 50% FAME murni, 10% HVO + 40% FAME, serta 15% HVO + 35% FAME.

Artikel Terkait