• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Prediksi BMKG: Curah Hujan Wilayah Sentra Sawit Diprediksi Menengah hingga Tinggi Sepanjang November 2025 – Januari 2026

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan prediksi curah hujan di wilayah produksi sawit melalui Buletin Informasi Iklim Perkebunan Komoditas Sawit edisi Oktober 2025. Buletin ini memuat analisis curah hujan September 2025 dan prediksi hujan untuk November 2025 hingga Januari 2026.

“Selain itu, buletin ini juga mencakup analisis dinamika atmosfer dan laut, prediksi ENSO, IOD, monsun, suhu muka laut (SST), ketersediaan air untuk tanaman, serta indeks kesesuaian iklim untuk titik panas kebakaran hutan dan lahan,” kata Dr. A. Fachri Radjab, S.Si, M.Si, Direktur Perubahan Iklim BMKG dalam kata pengantar Buletin.

Fachri Radjab menjelaskan bahwa wilayah Indonesia umumnya diprediksi akan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi dengan sifat Normal hingga Atas Normal dari November 2025 sampai Januari 2026.

Dalam Buletin setebal 25 halaman ini, disebutkan bahwa wilayah khusus sentra sawit seperti Aceh, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan diprediksi umumnya mengalami curah hujan kategori Menengah hingga tinggi dalam rentang waktu November 2025 sampai Januari 2026.

Sedangkan, curah hujan kategori rendah (curah hujan <100 mm/bulan) yang dapat menyebabkan pertumbuhan kelapa sawit tidak optimal diprediksi di sebagian kecil wilayah Jambi.

Sementara itu bulan November 2025 – Januari 2026 mendatang, prediksi ketersediaan air untuk tanaman di wilayah Indonesia umumnya diprediksikan berada pada kategori cukup. Di wilayah sentra sawit, hampir seluruh wilayah Pulau Sumatera diprediksi tingkat ketersediaan air bagi tanaman dengan kategori cukup pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 kecuali wilayah Aceh Besar yang diprediksi akan mengalami Tingkat Ketersediaan air bagi tanaman kategori sedang pada bulan November 2025.

Begitupula wilayah Kalimantan, diprediksi akan mengalami tingkat ketersediaan air bagi tanaman dengan kategori cukup pada bulan November 2025 hingga Januari 2026.

Sementara itu, prediksi kesesuaian iklim untuk kejadian hotspot karhutla pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 di wilayah sentra sawit umumnya menunjukkan tingkat risiko Rendah.

Informasi selengkapnya dapat mengklik tautan ini :https://content.bmkg.go.id/wp-content/uploads/202510_Buletin_Sawit.pdf

Artikel Terkait