• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Prabowo Siapkan Tanda Kehormatan untuk Tokoh di Balik Keberhasilan B50

Karawang, SAWIT INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto berjanji memberikan tanda kehormatan kepada para pihak yang dinilai berjasa dalam pengembangan dan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50). Menurutnya, keberhasilan menghadirkan B50 merupakan capaian strategis yang layak mendapat apresiasi karena memperkuat kemandirian energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat Peluncuran Mandatori B50 di Rest Area KM57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9 Juli 2026).

Prabowo meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta jajaran terkait mendata nama-nama yang berkontribusi besar terhadap keberhasilan program B50.

"Saya minta nama-nama ya Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Menko Ekon, Pak Rosan, dan pejabat lain. Saya minta mereka-mereka yang berjasa dalam proses mencapai B50. Saya ingin memberi tanda kehormatan bintang penghargaan kepada mereka," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, penghargaan negara semestinya tidak hanya diberikan kepada pejabat yang memiliki jabatan tinggi, tetapi juga kepada mereka yang menghasilkan karya dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

"Yang dapat bintang semuanya pangkatnya sudah tinggi, tapi ini bukan soal pangkat, soal pekerjaan. Ini soal jasa, hasil untuk bangsa dan negara. B50 ini hasil besar untuk bangsa dan negara dan rakyat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit (B50).

"Saudara sekalian, dengan diluncurkannya program ini Indonesia resmi jadi negara pertama di dunia yang terapkan mandatori biodiesel B50," ucapnya.

Program mandatori B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis minyak sawit dalam negeri.

Artikel Terkait