• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

PLN Indonesia Power Manfaatkan Tankos Sawit di PLTU Sintang

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PLN Indonesia Power (PLN IP) berinovasi dengan implementasi teknologi cofiring, dengan menggunakan bahan baku baru dengan memanfaatkan tandan kosong (tankos) kelapa sawit sebagai campuran energi primer di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, PLN IP Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Sintang melakukan uji coba cofiring menggunakan pelet tankos Kelapa Sawit.

"Sebelumnya, Pada tahun 2023 PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Sintang telah berhasil firing biomass dengan menggunakan cangkang dan woodchip sebagai bahan bakunya," kata Edwin dalam keterangan tertulis.

Uji coba ini untuk pelaksanaan program cofiring yang bertujuan mengakselerasi transisi energi untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Menurutnya, dari target 7,432 GWh listrik yang dihasilkan dari penggunaan energi primer biomassa PLN IP UBP Sintang telah mencapai 11,74 GWh, atau lebih tinggi 158 persen dalam 1 semester.

PLN Indonesia Power pun akan terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai energi primer pembangkit. Edwin melanjutkan, dengan nilai kalori pellet tankos yang dapat mencapai 4.000 Kcal/Kg, maka dengan 1 kilogram pelet tandan kosong dapat menghasilkan energi bersih 0.83 kwh.

PLN IP UBP Sintang pun telah berhasil melakukan uji coba menggunakan pelet tankos. Pemanfaatan tankos kelapa sawit untuk biomassa berpotensi besar, karena sumbernya melimpah.

Secara geografis, Kalimantan Barat mayoritas memiliki kebun sawit, dimana salah satu produk turunannya adalah tankos.

Edwin pun berharap, kegiatan pengujian bahan bakar pelet tankos dapat berhasil dan dapat menambah nilai ekonomis dari tankos, sebagai produk turunan dari pohon kelapa sawit serta dapat mengurangi emisi karbon dengan mengembangkan green energy.

Sebelumnya, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Sintang telah sukses produksi listrik menggunakan 100 persen menggunakan biomassa cangkang sawit dan woodpellet, nilai kalori woodpellet cukup tinggi yaitu mencapai 3700 – 4000 kcal/kg.

Artikel Terkait