Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), perusahaan perkebunan sawit milik pengusaha Haji Isam, mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang kuartal III/2025. Emiten berkode saham PGUN itu membukukan laba bersih sebesar Rp101,4 miliar, melonjak 449% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp18,47 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, peningkatan tajam tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan bersih 38,68% menjadi Rp537,8 miliar hingga akhir September 2025. Sebagai pembanding, penjualan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp387,8 miliar.
Penjualan PGUN masih didominasi oleh minyak kelapa sawit (CPO) sebesar Rp471,17 miliar, disusul inti sawit Rp66,08 miliar, dan penjualan cangkang Rp571 juta. Sebagian besar penjualan dikontribusikan kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) sebesar Rp471,17 miliar—entitas yang masih berelasi dengan PGUN—dan PT Kodeco Agro Jaya Mandiri senilai Rp66 miliar.
Kendati beban pokok penjualan meningkat 10,18% menjadi Rp350,28 miliar, laba bruto perusahaan tetap melonjak signifikan menjadi Rp187,5 miliar, naik 168,29% dibandingkan Rp69,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Secara keuangan, PGUN juga menunjukkan struktur neraca yang lebih sehat. Total aset hingga September 2025 tercatat Rp2,48 triliun, sedikit menurun dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp2,63 triliun. Namun, liabilitas berhasil ditekan dari Rp846 miliar menjadi Rp608,3 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp1,88 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun.
Manajemen PGUN menyebutkan bahwa tahun ini perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) senilai Rp191 miliar, dengan fokus utama pada program replanting atau penanaman kembali perkebunan sawit agar produktivitas tetap terjaga.
“Dari total capex, sekitar Rp150 miliar dialokasikan untuk replanting,” ujar Finance & Accounting Manager PGUN, Donisius Gunawan, Minggu (26 Oktober 2025). Hingga akhir Maret 2025, perusahaan telah merealisasikan Rp33,9 miliar untuk kegiatan replanting dan Rp3,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur serta pengadaan alat berat.
Direktur Utama PGUN, Khairuddin Simatupang, menambahkan bahwa perusahaan menargetkan replanting lahan seluas 1.000 hektare tahun ini. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan kondisi keuangan yang semakin solid.
“Replanting menjadi langkah strategis kami untuk memperkuat keberlanjutan produksi di masa depan,” ujarnya.
Berbasis di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, PGUN membidik laba bersih Rp256 miliar dengan target penjualan CPO sebesar Rp768 miliar sepanjang tahun 2025.
Dengan strategi efisiensi, penguatan hubungan dengan entitas terkait, dan investasi berkelanjutan di sektor hulu, PGUN berupaya memperkuat posisinya di industri kelapa sawit nasional yang tengah beradaptasi dengan tantangan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.






