• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Petani Wajo Sebut Pelatihan AKPY Setara Materi Satu Semester, Berharap Program Berlanjut

Makassar, SAWIT INDONESIA – Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) meninggalkan kesan mendalam bagi para pesertanya. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru yang selama ini belum pernah didapatkan, sekaligus berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

Hal itu disampaikan Abdul Samad Mattako, perwakilan peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit asal Kabupaten Wajo, saat menyampaikan pesan dan kesan pada acara penutupan pelatihan yang diikuti 149 peserta (pekebun, penyuluh dan pendamping), pada Rabu (29 Juli 2026), di Makassar.

Menurut Abdul Samad, kualitas para instruktur AKPY sangat baik sehingga sulit baginya memberikan penilaian siapa yang paling unggul.

"Kalau instruktur ini disuruh memberi ranking, siapa ranking satu dan ranking dua, itu sangat susah. Karena semuanya ranking satu," ujarnya disambut tepuk tangan para peserta.

Ia juga mengaku para peserta sebenarnya belum ingin mengakhiri pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut karena suasana belajar yang nyaman serta materi yang sangat bermanfaat.

"Seandainya masih bisa ditambah satu atau dua hari lagi, kami masih mau tinggal di sini. Selama tujuh hari kami mendapatkan ilmu yang sangat luar biasa," katanya.

Abdul Samad menilai materi yang disampaikan selama pelatihan sangat padat, mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga pengendalian hama dan penyakit. Menurutnya, materi tersebut setara dengan pembelajaran satu semester, namun mampu disampaikan secara efektif oleh para instruktur AKPY.

"Kalau saya pikir-pikir, mestinya materi ini satu semester atau enam bulan. Tapi diperas sedemikian rupa dan dibawakan oleh instruktur yang luar biasa, akhirnya tujuh hari cukup," ungkapnya.

Ia mengaku pelatihan tersebut membuka wawasannya bahwa pengelolaan kelapa sawit membutuhkan ilmu yang jauh lebih luas dibanding yang selama ini diketahuinya.

"Semakin saya mengikuti pendidikan ini, semakin saya merasa ternyata masih banyak yang belum saya ketahui. Penyakit sawit ternyata sangat banyak. Dulu saya hanya tahu dua. Sekarang kami jadi lebih paham bagaimana mendiagnosis kondisi tanaman dan menentukan penanganannya," katanya.

Bekal ilmu tersebut, lanjutnya, akan langsung diterapkan setelah kembali ke kebun masing-masing. Ia optimistis penerapan teknik budidaya yang benar dapat meningkatkan produktivitas kebun petani.

"Harapan kami, setelah kembali nanti kami bisa menjadi dokter bagi sawit kami sendiri. Mudah-mudahan yang selama ini hanya menghasilkan sekitar satu ton per hektare bisa meningkat menjadi dua, tiga, bahkan empat ton," ujarnya optimistis.

Di akhir sambutannya, Abdul Samad mewakili seluruh peserta menyampaikan apresiasi kepada AKPY, BPDP, Ditjen Perkebunan, pemerintah daerah, serta seluruh instruktur yang telah mendampingi peserta selama pelatihan.

Ia juga berharap Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi.

"Harapan kami, mudah-mudahan pelatihan seperti ini bisa terus berkelanjutan. Kalau bisa diprogramkan lagi tahun depan agar semakin banyak petani yang mendapatkan ilmu seperti yang kami rasakan hari ini," pungkasnya.

Artikel Terkait