• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Petani Sawit Muba Dapat Pelatihan Manajemen dan Administrasi dari IPB Training Didukung BPDPKS dan Ditjenbun

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan tata kelola keuangan kelembagaan ekonomi kepada petani sawit, IPB Training dipercaya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun) untuk menyelenggarakan pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan.

Kegiatan pelatihan diikuti peserta berasal dari pekebun dan keluarga pekebun yang jumlahnya 58 orang dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), diadakan selama empat hari (Selasa - Jum'at, 4 - 7 Juni 2024), di salah satu hotel di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Diketahui, kegiatan pelatihan tersebut merupakan implementasi program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) dari BPDPKS dan Ditjenbun, yang diselenggarakan IPB Training. Pada pelaksanaanya, lembaga pelatihan (IPB Training) menghadirkan empat trainer yaitu Dr. Ir. Dwi Rachmina, MSi, Dr. Ir. Netti Tinaprilla MM, Hastuti, S.P, M.Si, dan Farida Ratna Dewi, SE, MM, ME, AWP.

Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si. selaku Lead Trainer dan Dosen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini nantinya petani bisa melihat bagaimana pengelolaan kebunnya, pupuk, tenaga kerja, obat-obatan dan termasuk untung atau tidak dalam usaha tani yang dilakukan.

"Petani tidak hanya harus bisa dan mengerti mengenai soal teknis dalam hal budidaya, namun juga harus paham manajemen dan administrasi keuangan. Agar yang terhimpun dalam kelembagaan koperasi khususnya, dapat memahami dan mengaplikasikan manajemen dan administrasi keuangan sehingga organisasinya dapat berkembang," ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Minggu (9 Juni 2024).

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si., menyatakan manajemen dan administrasi keuangan merupakan gambaran bagaimana suatu organisasi dapat keberlanjutan, dan pertumbuhan jangka panjang, serta memastikan bahwa kepentingan anggota koperasi terlindungi.

"Sumatera Selatan memiliki 1,4 juta hektar kebun sawit dan ikut serta menyumbang devisa negara sebesar 10 persen dari 80 persen total ekspor, sehingga kegiatan ini menjadi hal yang positif untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petani" ujar Agus.

Ditambahkan Agus, bahwa pelatihan ini adalah upaya Pemerintah Sumatera Selatan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan petani sawit mengenai Manajemen dan Administrasi Keuangan.

“Kami berharap para petani sawit bisa menyebarkan informasi ini kepada petani lainnya di Sumatera Selatan, sehingga semakin banyak yang menyadari pentingnya kelembagaan yang rapi secara administrasi” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Perlindungan Perkebunan, Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro, M.Sc. bahwa pengurus dari kelembagaan sawit itu, harus melakukan kegiatan yang sesuai dengan prinsip ekonomi dan profesional yang menganut konsep korporasi.

"Kelembagaan yang paham bagaimana pengelolaan keuangan untuk dapat meminimalisir pengeluaran dan memaksimal pendapatan,” ungkapnya.

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang manajemen dan administrasi keuangan," tambah Bagus.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya dari pelatihan bagian dari program pengembangan SDMPKS. "Besar harapan kami agar petani dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik, jangan malu untuk bertanya kepada tim trainer, gali sebanyak-banyak ilmu dan pengetahuan dari tim trainer untuk dibawa pulang dan disebarkan ke anggota yang belum berkesempatan ikut." pinta Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan.

Artikel Terkait