Palangka Raya, SAWIT INDONESIA - Kunjungan ke kebun sawit milik PT Bumitama Gunajaya Agro , Tbk (BGA), Region Pundu (Kalimantan Tengah), menjadi tujuan akhir dari rangkaian pelatihan petani sawit, yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), pada Kamis (3 Agustus 2023). Kunjungan ini diikuti 255 petani sawit dari Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Pada kesempatan itu, peserta pelatihan (petani sawit) diperlihatkan berbagai kegiatan mulai dari panen di area Tanaman Menghasilkan (TM), area kebun Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), kebun pembibitan dan pabrik, sesuai agenda. Setelah selama empat hari mendapatkan teori di dalam kelas. Kunjungan dipandu pihak BGA dan didampingi instruktur.
Koordinator Corporate Social Responsibiliity (CSR) I, PT BGA Region Pundu dan Mentaya, Kalimantan Tengah, Rudi Wakiyatno, mengatakan pihaknya memperlihatkan aktivitas di kebun perusahaan pada petani sawit yang telah mengikuti pelatihan.
"Kami ingin petani sawit bisa melihat proses (kegiatan) kebun secara langsung yang dilakukan perusahaan. Semua proses yang dilakukan sesuai dengan materi-materi yang telah disampaikan selama pelatihan. Mulai dari teknis budidaya, panen dan pasca panen hingga sarana dan prasarana yang ada di kebun sawit perusahaan," ujarnya saat ditemui usai menerima kunjungan petani sawit.
"Berbagai materi telah disampaikan oleh para instruktur selama pelatihan petani sawit dalam program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan kelapa sawit. Materi materi tersebut untuk membekali petani sawit dalam pengelolaan kebunnya agar lebih baik," tambah Rudi.
Lebih lanjut, ia berharap ilmu yang telah didapat selama pelatihan bisa diaplikasikan, misalnya ilmu budidaya dan panen dan pascapanen. "Sehingga petani bisa memastikan buah (TBS) yang dipanen benar-benar sudah matang sesuai standar. Yang output-nya pada penghasilan petani akan meningkat karena TBS yang dikirim ke pabrik tidak banyak disortir," kata Rudi.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur AKPY Stiper, (Cand) Dr. Idum Satia Santi, SP, MP, mengungkapkan kunjungan petani sawit (peserta pelatihan) adalah bagian dari rangkaian kegiatan pelatihan petani sawit dalam program pengembangan sumberdaya daya manusia perkebunan kelapa sawit. "Tujuannya untuk memperlihatkan praktik-praktik pengelolaan kebun kelapa sawit sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP). Agar pengelolaan kebun sawit yang dikelola petani sawit lebih baik, dari sisi produksi dan kualitas TBS-nya," ungkapnya.
"Pada kunjungan ke kebun (PT BGA), peserta ditunjukkan (praktik-praktik) dan mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung pada pihak BGA terkait praktik-praktik pengelolaan kebun. Salah satunya bagaimana memilih bibit sawit yang baik dan benar, jangan sampai salah memilih bibit karena dampaknya akan menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani dalam jangka panjang," imbuh Idum.
Sebagai informasi, kunjungan kebun (field trip) merupakan akhir dari rangkaian kegiatan pelatihan petani dari yang didanai BPDPKS, dan didukung Ditjen Perkebunan (Kementerian Pertanian), dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY Stiper).














