Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk memproyeksikan kenaikan pendapatan 67,3% menjadi Rp15,62 triliun sepanjang 2025. Target pendapatan tahun ini diproyeksi lebih tinggi dari tahun 2024 yang sebesar Rp10,52 triliun. Seperti apa strategi untuk mendongkrak kinerja perusahaan?
Tim redaksi mendapatkan target proyeksi pendapatan tersebut dari Laporan Tahunan 2024 yang diterbitkan pada April 2025. Strategi mendongkrak pendapatan dari kenaikan volume penjualan produknya terutama produk turunan sawit.
Dirut PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Jap Hartono, sebagaimana dikutip dari laporan tahunan 2024, menjelaskan bahwa telah menyiapkan strategi untuk meningkatkan produksi secara lebih optimal. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan lahan dan pohon yang lebih berkualitas, dengan memperhatikan siklus panen untuk memaksimalkan hasil produksi dengan rata-rata rendeman yang tinggi.
“Perusahaan telah merencanakan akuisisi sebuah perusahaan perkebunan pada tahun 2025 guna memperluas potensi sektor usahanya. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Perusahaan untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai produk, dan memperluas pangsa pasar,” ujar Jap dalam laporan tahunan.
Total produksi CPO perseroan sebesar 461.414 metrik ton pada 2024. Lalu produk hilir berjumlah 815.771 metrik ton.
Luas perkebunan sawit yang dikelola emiten berkode SSMS ini mencapai 115.571 ha termasuk plasma. Perkebunan sawit perusahaan terpusat di Kalimantan Tengah yang tersebar di Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Pulang Pisau, serta pabrik refinery yang beroperasi di Kumai, Kotawaringin Barat.
Perseroan menjalankan kegiatan usaha di segmen hilir dengan memproduksi dan menjual berbagai produk turunan minyak sawit, termasuk refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), palm fatty acid distillate (PFAD), olein, stearin, crude palm kernel oil (CPKO), dan palm kernel expeller (PKE).
Dalam pengolahan crude palm oil (CPO), Perseroan didukung oleh pabrik refinery dan fraksinasi, masing-masing memiliki kapasitas produksi 2.500 ton CPO per hari atau 850.000 ton CPO per tahun, serta 2.500 ton RBDPO per hari atau 850.000 ton RBDPO per tahun.
Selain itu, Perseroan mengoperasikan pabrik kernel crushing dengan kapasitas 600 metrik ton kernel per hari atau 192.000 metrik ton per tahun, serta memiliki tank farm untuk penyimpanan bahan baku dan produk hasil pengolahan.














