• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Permintaan Global Dorong Ekspor Sawit, Nilai Tembus US,69 Miliar di Februari

Jakarta, SAWIT INDONESIA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia melaporkan kinerja industri sawit nasional menunjukkan tren positif pada Februari 2026, baik dari sisi produksi, konsumsi domestik, maupun ekspor.

Produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) pada Februari 2026 tercatat mencapai 5,015 juta ton, naik 4,96% dibandingkan Januari yang sebesar 4,778 juta ton. Sementara itu, produksi minyak inti sawit (PKO) juga meningkat menjadi 485 ribu ton dari 458 ribu ton pada bulan sebelumnya.

“Dengan kenaikan tersebut, total produksi CPO dan PKO pada Februari 2026 mencapai 5,5 juta ton atau naik 5,04% dibandingkan Januari sebesar 5,236 juta ton,” tulis GAPKI dalam rilis resminya, Selasa (21 April 2026).

Secara tahunan (year-on-year/YoY), kinerja produksi hingga Februari 2026 melonjak signifikan. Total produksi CPO+PKO mencapai 10,737 juta ton atau meningkat 28,94% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,327 juta ton.

Dari sisi domestik, konsumsi juga mengalami peningkatan. Total konsumsi dalam negeri pada Februari 2026 naik 9,55% menjadi 2,305 juta ton dari 2,104 juta ton pada Januari.

“Peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi pangan yang naik menjadi 986 ribu ton atau meningkat 16,55% dari bulan sebelumnya sebesar 846 ribu ton,” tulis GAPKI.

Konsumsi biodiesel turut meningkat 7,12% menjadi 1,144 juta ton dari 1,068 juta ton. Namun, konsumsi oleokimia justru mengalami penurunan sebesar 7,89% menjadi 175 ribu ton dari 190 ribu ton.

Secara YoY hingga Februari, total konsumsi domestik mencapai 4,409 juta ton atau tumbuh 12,96% dibandingkan 3,903 juta ton pada 2025.

Sementara itu, ekspor produk sawit pada Februari 2026 juga mencatat kenaikan. Volume ekspor mencapai 3,297 juta ton atau naik 7,01% dari Januari sebesar 3,081 juta ton.

“Peningkatan ekspor terjadi pada hampir seluruh produk, termasuk olahan minyak inti sawit yang naik 36,80%, CPO 18,98%, olahan minyak sawit 4,37%, serta oleokimia 2,67%,” tulis GAPKI.

Secara kumulatif hingga Februari, ekspor mencapai 6,378 juta ton atau meningkat 33,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,761 juta ton.

Dari sisi pasar tujuan, peningkatan ekspor bulanan terbesar terjadi ke China, Malaysia, Uni Eropa (EU-27), India, Amerika Serikat, dan kawasan Timur Tengah. Sebaliknya, ekspor ke Pakistan, Afrika, Bangladesh, dan Rusia mengalami penurunan.

Adapun secara YoY, peningkatan ekspor terbesar tercatat ke China, Malaysia, dan Uni Eropa, sementara penurunan hanya terjadi untuk Pakistan dan Afrika.

Dari sisi nilai, ekspor produk sawit pada Februari 2026 meningkat menjadi US,69 miliar dari US,36 miliar pada Januari, atau naik 9,70%.

“Secara YoY hingga Februari, nilai ekspor mencapai US,05 miliar atau meningkat 28,88% dibandingkan 2025 sebesar US,47 miliar,” tulis GAPKI.

Kenaikan nilai ekspor ini tidak hanya didorong oleh volume, tetapi juga oleh harga. Rata-rata harga CPO Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US.306 per ton CIF Rotterdam, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US.218 per ton.

Meski kinerja produksi dan ekspor meningkat, stok akhir justru mengalami penurunan. Dengan stok awal 2,068 juta ton, total produksi 10,737 juta ton, konsumsi 4,409 juta ton, dan ekspor 6,378 juta ton, stok akhir Februari 2026 tercatat sebesar 2,026 juta ton.

“Stok ini lebih rendah dibandingkan posisi akhir Februari 2025 yang sebesar 2,25 juta ton,” tulis GAPKI.

Artikel Terkait