Berita Terbaru
Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Fenomena Kebakaran Hutan dan Lahan (Bagian III)
Luas kebakaran Hutan dan Lahan di Negara-Negara Dunia (Hektar)
Neagara
2010
2011
2012
2013
2014
Rata-rata
USA
40.000
1.007.539
703.045
360.098
235.771
469.291
Portugal
133.090
73.813
110.231
152.756
19.929
97.964
Spanyol
54.770
102.161
226.125
58.985
46.721
97.752
Perancis
10.300
9.400
8.600
3.608
7.493
7.880
Italia
46.537
72.004
130.184
29.076
36.125
62.785
Yunani
8.967
29.144
59.924
46.676
25.846
34.111
Polandia
2.126
2.678
7.235
1.289
2.690
3.204
Swedia
540
945
783
1.508
14.666
3.628
Jerman
522
214
269
199
120
263
Australia
-
7.500
-
174.000
518.186
233.229
Indonesia
710
2.612
9.606
4.918
44.546
12.478
Sumber: European Commision, 2015, Infoplease.com, Kantor menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2015
Data-data tersebut menunjukan bahwa kebakaran hutan dan lahan global bukan spesifik negara, bukan spesifik ekosistem dan bukan pula spesifik industri/komoditas, melainkan fenomena global yang terjdi pada hampir setiap negara setiap tahun. Negara-negara yang memiliki teknologi dan peralatan terbaik, memiliki manajemen, pemerintahan dan dana yang kuat serta etos masyarakat yang mempuni seperti USA, Australia, dan negara-negara Eropa, ternyata juga tidak mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, kebakaran jutan dan lahan juga tidak terkait dengan ada dan tidaknya lahan gambut, dan ada tidaknya perkebunan kelapa sawit. USA, Australia, Portugal, Spanyol dan Itay tidak memeiliki perkebunan sawit, namun luas kebakaran hutan dan lahan juga terjadi bahkan lebih luas di bandingkan Indonesia.
Hal ini menarik lagi untuk dipelajari adalah distribusi kebakaran berdasarkan sektor/land use. Sebagian besar yakni 70 persen kebakarah yang terjdi di Eropa dan Afrika Utara adalah berupa hutan, hutan tanaman dan lahan kosong (natural land) dan sekitar 29 persen kebakaran yang terjdi pada lahan pertanian. Hal ini menunjukan bahwa kawsan hutan adalah land use yang paling luas dominan terbakar di setiap negara. Lahan pertanian juga cukup banyak terbakar pada hampir setiap negara Eropa dan Afrika Utara. Hal ini menarik untuk didiskusikan apakah para petani negara-negara Eropa juga memiliki kebiasaan seperti di Indonesia? Ataukah petani merupakan korban rembetan kebakaran hutan?
Sumber : GAPKI














