• Minggu, 27 September 2026
Berita Terbaru

Peringati World Day Against Child Labour 2025 GAPKI Menggelar Kegiatan Bertema “CERIA BERSAMA ANAK-ANAK KEBUN SAWIT”

SAWIT INDONESIA - Dalam rangka memperingati World Day Against Child Labour (WDACL) 2025, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar kegiatan bertajuk Panggung Ceria dan Kampanye Bersama dengan tema “CERIA BERSAMA ANAK-ANAK KEBUN SAWIT” di kawasan PT AMP Plantation, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye global penghapusan pekerja anak dan menjadi ajang promosi program Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA) yang telah dikembangkan GAPKI bersama mitra selama beberapa tahun terakhir. Acara ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PAACLA Indonesia, dan Wilmar International Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Surya Wendri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Agam (DPPPAPPKB). Dalam sambutannya, Wendri menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sebagai bagian dari masa depan bangsa.

“Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha. Terima kasih kepada GAPKI dan perusahaan-perusahaan sawit yang telah mendukung program anak tidak bekerja serta memberi ruang bagi anak-anak kebun untuk berkreasi,” ujar Wendri.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan sektor sawit turut memperkuat posisi Kabupaten Agam dalam penilaian Kabupaten Layak Anak tingkat nasional.

“Program Sawit Indonesia Ramah Anak adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjamin hak anak-anak di desa kebun sawit agar dapat belajar, bermain, dan bermimpi,” tuturnya.

Lebih dari 300 anak dan pendamping dari kawasan kebun aktif mengikuti rangkaian kegiatan seperti: Panggung kreasi anak, Dongeng anak, Pemutaran film dokumenter SIRA, Orasi bersama para pemangku kepentingan

Orasi disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), GAPKI, Forum Anak Kabupaten Agam, serta perwakilan Suara Anak Kebun dari PT AMP Plantation.

Dalam sambutannya, Bambang Wiguritno, Ketua GAPKI Cabang Sumatera Barat, menegaskan komitmen sektor sawit terhadap perlindungan anak.

“Dunia usaha memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan sektor perkebunan sawit bebas dari pekerja anak dan menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi,” ungkapnya.

Acara juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya anak-anak kebun dari berbagai etnis di Sumatera Barat, termasuk tarian daerah Minang, Batak, Nias, dan Melayu. Selain itu, turut ditampilkan vokal solo dan grup, pantomim, serta pertunjukan kreativitas lainnya yang membangkitkan semangat dan keceriaan di tengah komunitas kebun.

Melalui kegiatan ini, industri sawit Indonesia menunjukkan kontribusinya dalam mendukung upaya global menghapus pekerja anak dan menciptakan lingkungan perkebunan yang ramah anak.

GAPKI, BPDPKS, PAACLA, dan mitra lainnya berharap bahwa gerakan Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA) dapat terus diperluas, menjadi inspirasi nasional, dan mendorong praktik usaha berkelanjutan yang menghormati hak-hak anak di seluruh Indonesia.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait