• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Percepat PSR di Kalbar, Rombongan Petani dan Dinas Perkebunan Pelajari Model Kemitraan PTPN IV PalmCo di Riau

PEKANBARU, SAWIT INDONESIA - Rombongan petani, pengurus koperasi, pemerintah desa, hingga perwakilan dinas perkebunan dari Kalimantan Barat menggelar kunjungan studi banding ke Riau untuk mempelajari pola kemitraan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang dikembangkan PTPN IV PalmCo Regional III. Langkah ini dilakukan sebagai referensi strategis untuk meretas hambatan dan mempercepat realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kalbar.

Selama sepekan, para peserta meninjau langsung kebun petani mitra, melihat tata kelola rantai pasok pabrik, serta berdiskusi mengenai peningkatan produktivitas dan kepatuhan standar keberlanjutan.

Verifikator PSR Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Reza Pahlevi, mengapresiasi ekosistem kolaborasi yang terbangun kokoh antara PTPN IV, koperasi, dan petani lokal di Riau.

"Kalau berdasarkan pengamatan saya, di sini seperti utopia PSR-nya. Sangat maju. Masyarakat, pengurus KUD, pemerintah, termasuk perusahaan sangat berdedikasi untuk melaksanakan program ini. Dari perusahaan juga sampai mengirim orang untuk membina dari awal sampai nanti tumbang lagi," kata Reza.

Poin-poin utama pola pendampingan, rencana adopsi kemitraan, serta komitmen kelestarian lingkungan meliputi:

  • Pendampingan Agronomi Jangka Panjang: PTPN IV PalmCo menerapkan pembinaan teknis secara meluas, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemeliharaan masa tanaman belum menghasilkan (TBM), hingga pengelolaan budidaya saat memasuki masa panen produktif.

  • Rencana Kemitraan Koperasi Kalbar: Ketua Koperasi Produsen Jaya Landak Makmur (Ngabang, Kab. Landak), Supendi, mengungkapkan pihaknya membawa modal 500 hektare lahan milik 500 anggota untuk siap dimitrakannya bersama PTPN. Ia menargetkan dapat mengadopsi 50 hingga 90 persen pola keberhasilan PSR Riau di wilayahnya.

  • Penguatan Modal Sosial & Motivasi Petani: Kepala Desa Amboyo Inti, Sugito, menilai peninjauan lapangan secara presisi memberikan optimisme bagi para petani swadaya di Kalbar untuk bertransformasi masuk ke dalam ekosistem kemitraan resmi BUMN.

  • Mitigasi Karhutla & Standar Berkelanjutan: Selain mengejar tonase hasil panen, rombongan memfokuskan pembelajaran pada praktik pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning). Pemkab Sanggau mencatat areal PSR di wilayahnya tetap terjaga bebas dari karhutla demi meningkatkan daya saing CPO di pasar global.

Sinergi transfer pengetahuan antarwilayah ini diharapkan menjadi stimulus bagi akselerasi peremajaan sawit rakyat di Kalimantan Barat, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani swadaya dapat meningkat secara merata.

Sumber: riauaktual.com

Artikel Terkait