• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Perangi Benih Ilegal dan Pacu Produktivitas, PT ASL Andalkan iCalix di SIEXPO 2025

SAWIT INDONESIA - PT Aneka Sawit Lestari (ASL) semakin agresif memperkuat posisi sebagai penyedia benih sawit unggul nasional. Dalam ajang 3rd Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 yang akan digelar di Riau, 7-9 Agustus, perusahaan ini menampilkan benih andalan DxP iCalix dengan beragam keunggulan yang menjawab tantangan industri kelapa sawit modern—mulai dari produktivitas tinggi hingga ketahanan terhadap praktik perbenihan ilegal.

Burhanuddin Saragih, Head of Planting Material Unit & Breeding PT Aneka Sawit Lestari, menjelaskan bahwa benih DxP iCalix memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, di antaranya rerata produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 30 ton/ha/tahun, masa panen lebih awal (precocious), dan tingkat potensi rendemen minyak (OER) mencapai 25–27%.

“Di SIEXPO 2025, kami bukan hanya membawa produk, tetapi juga semangat edukasi dan kemitraan jangka panjang dengan petani sawit,” ujar Burhanuddin saat ditemui di booth PT ASL, Rabu (2/6/2025).

ASL juga memanfaatkan momentum SIEXPO 2025 sebagai panggung strategis untuk membendung peredaran benih sawit ilegal yang masih marak di lapangan. “Partisipasi kami bukan sekadar promosi. Ini bagian dari upaya strategis untuk memperkuat peredaran benih legal, unggul, dan terverifikasi di Indonesia,” tegas Burhanuddin.

Untuk menarik perhatian pengunjung pameran, PT ASL menghadirkan booth indoor dan outdoor yang terpadu, lengkap dengan sesi mini talkshow, live marketing, serta konsultasi langsung dari para ahli. Sejumlah merchandise dan materi edukatif juga disiapkan untuk memperkenalkan keunggulan iCalix secara lebih luas.

Dalam rangka memperluas jangkauan pasar, strategi pemasaran ASL dilakukan melalui pendekatan soft selling di berbagai forum industri seperti IPOC, IPOSC, dan Palmex. Di sisi hilir, pendekatan langsung kepada petani sawit dan organisasi petani seperti APKASINDO, menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi mendalam mengenai keunggulan iCalix dan prosedur pemesanannya.

Tak hanya itu, PT ASL juga aktif menjalin sinergi dengan instansi pemerintah pusat dan daerah, termasuk Dinas Perkebunan dan Ditjenbun, guna memperkuat sosialisasi dan tata niaga benih legal di tingkat tapak.

Burhanuddin menambahkan bahwa salah satu kekuatan merek iCalix adalah identitasnya sebagai bagian dari grup Minamas–SD Guthrie, salah satu grup perkebunan terbesar di Asia Tenggara.

“Branding kami kuat, dan itu menjadi jaminan mutu serta komitmen jangka panjang terhadap pertumbuhan sawit nasional,” tutupnya.

Artikel Terkait