Aceh, SAWIT INDONESIA – Upaya peningkatan kapasitas dan kemampuan petani sawit dalam pengelolaan kebun terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya melalui pelatihan petani sawit, kolaborasi antara IPB Training selaku lembaga pelatihan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Kali ini, IPB Training kembali menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan modul Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Pelatihan diikuti oleh 60 peserta dari Kabupaten Aceh Tamiang dan 29 peserta dari Kabupaten Aceh Timur. Pelatihan diselenggarakan selama empat hari (Selasa–Jum’at, 5–8 Agustus 2025), di salah satu hotel, di Provinsi Aceh.
Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, M.M., LCPC., menyampaikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan IPB Training merupakan implementasi dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, salah satu program dari BPDP.
"Pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama bagi petani sawit, pendamping dan penyuluh untuk sama-sama mempelajari teknis pemetaan lokasi kebun," ujarnya saat menyampaikan sambutan, pada Selasa (5 Agustus 2025), di Aceh.
Pada pelatihan ini, peserta akan mempelajari pemetaan yang menjadi dasar perencanaan kebun yang efektif. Dengan berbekal peta yang akurat, akan mendapatkan manfaat antara lain mengetahui batas areal yang lebih presisi, dapat membagi blok kebun untuk infrastruktur yang efektif, dan bisa mengantisipasi konflik atau potensi tumpeng tindih lahan.
Pada pelaksanaannya, pihak IPB Training akan membekali peserta dengan memanfaatkan teknologi mulai dari GPS hingga drone, yang disampaikan oleh instruktur yang memikili disiplin ilmu di bidang pemetaan.
Dengan menghadirkan narasumber antara lain, Prof. Dr. Ir. Baba Barus, M.Sc., La Ode Syamsul Iman, S.P., M.Si., Dr. Wahyu Iskandar, S.Hut., M.Agr., Nina Widiana Darojati, S.P., M.Si., Reni Kusumo Tejo, S.P., M.Si., dan Dr. Dra. Khursatul Munibah, M.Sc.
"Untuk itu, kami berharap petani atau pekebun dapat bekerja sama dengan pendamping dan penyuluh. Jadi, nanti di lapangan petani, pendamping dan penyuluh dapat bekerja sama sehingga pekerjaan dari pendamping dan penyuluh akan lebih mudah ketika petani atau pekebun sudah paham hal pemetaan. Untuk mewujudkan kebun yang lebih produktif, legal dan berkelanjutan. Sebab, pemetaan ini menjadi salah satu syarat untuk pengajuan program peremajaan sawit rakyat (PSR)," pinta Sigit.
"Kami juga berharap dalam pelaksanaan pelatihan ini, peserta bisa memahami materi yang disampaikan instruktur. Maka, saat proses pembelajaran harus banyak bertanya dan diskusi agar lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan instruktur," imbuhnya.
Sementara, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ir. Baginda Siagian, M.Si., mengatakan pentingnya pelatihan pemetaan, terutama bagi petani atau pekebun dan kelompok tani yang mengembangkan kebun kelapa sawit.
"Kami berharap kepada semua peserta agar memanfaatkan waktu pelatihan secara optimal untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan supaya kapasitas dari para petani atau pekebun bisa meningkat terutama dalam hal pemetaan. Ini menjadi momen yang penting jangan sampai dilewatkan jadikan pelatihan sebagai ruang belajar untuk peningkatan kapasitas bagi petani atau pekebun sawit," katanya secara virtual.
"Pelatihan pemetaan sangat penting yang diharapkan dapat mempercepat program PSR. Karena dengan pelatihan pemetaan nantinya akan menghasilkan data dan informasi kebun yang clear and clean, yang berpengaruh pada pengembangan kelapa sawit di masa mendatang. Semoga apa yang kita lakukan bersama ini, bisa bermanfaat bagi petani atau pekebun secara umum di Aceh dan terkhusus di kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang," imbuh Baginda.
Sementara, Ketua Tim Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), M. Apuk Ismane, yang hadir secara virtual menyampaikan semoga melalui pelatihan yang diselenggarakan IPB Training ini dapat mendukung pembangunan pertanian di Indonesia.
"Keberadaan IPB Training sebagai pusat belajar memiliki peran penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia. Oleh karena itu, kami memohon kepada pengelola kebun untuk mendorong capaian swasembada pangan dan pertanian ini. Melalui peran penting petani atau pekebun di wilayah masing-masing," ujarnya secara singkat.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Muklis, S.P., M.A., kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan sumber Daya Manusia Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh.
Pada kesempatan itu, Muklis berpesan ikuti pelatihan ini dengan seksama. Tanyakan kepada instruktur, maksimalkan waktunya untuk bertanya hingga berakhirnya waktu pelatihan.
"Ini kesempatan yang baik bagi petani atau pekebun dan penyuluh, kalian nantinya menjadi training of trainers bagi petani atau pekebun yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan. Jadi, pesan kami ikuti pelatihan dengan serius sehingga ada bekal yang di bawa pulang," pesannya.














