• Kamis, 22 Oktober 2026
Berita Terbaru

Penjualan Benih Socfindo Diminati Pengunjung Lintas Provinsi

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Ska Co-Ex, Pekanbaru, Riau, menjadi panggung keberhasilan bagi PT Socfin Indonesia (Socfindo) dalam memasarkan benih kelapa sawit unggulnya. Booth pameran Socfindo mencatatkan transaksi yang memuaskan dengan lonjakan volume penjualan benih dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Sepanjang tiga hari pameran berlangsung, antusiasme para pelaku usaha perkebunan dan petani sawit swadaya terlihat sangat tinggi menyambangi booth Socfindo. Rata-rata tingkat kunjungan ke booth Socfindo mencapai 50 hingga 100 pengunjung per hari, yang didominasi oleh pekebun dari berbagai wilayah sentra sawit Indonesia.

"Meskipun pameran berpusat di Pekanbaru, daya tarik benih kecambah unggul Socfindo berhasil menjangkau para pengunjung lintas provinsi. Para pembeli yang datang mencakup pekebun dan perwakilan institusi perkebunan dari Kalimantan, Jambi, Riau, hingga Bangka Belitung,” urai Hilman Suhadi, Seed Marketing PT Socfindo, Kamis (22 Oktober 2026).

Hilman mengatakan perusahaan memberikan nilai tambah bagi para pengunjung pameran melalui menawarkan program penjualan yang amat menarik. Selama SIEXPO 2026 berlangsung, Socfindo mempertahankan harga resmi kecambah berkualitas tinggi dan memberikan fasilitas bebas biaya pengiriman (ongkir gratis) untuk benih yang dipesan serta diantar langsung selama pameran.

Strategi kemudahan layanan pengiriman langsung serta jaminan keaslian benih ini terbukti efektif dalam memikat para pekebun. Kebijakan ini dinilai sangat membantu petani dari luar daerah dalam menekan biaya logistik pengadaan bahan tanam unggul untuk program peremajaan maupun perluasan kebun mereka.

"Keberhasilan Socfindo di ajang SIEXPO 2026 makin mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui ketersediaan benih bersertifikasi dan bermutu tinggi,” urainya.

Inovasi Benih dan Layanan Laboratorium

PT Socfin Indonesia (Socfindo) sukses di ajang Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 untuk memperkenalkan inovasi benih kelapa sawit unggul sekaligus memperluas layanan agronomi dan laboratorium analitik bagi pelaku industri sawit. Perusahaan optimistis pameran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan menjangkau pasar baru, khususnya di Provinsi Riau.

Kepala Penjualan Kecambah PT Socfin Indonesia, Agustiaman Purba, mengatakan Riau merupakan salah satu pasar yang sangat potensial karena memiliki areal perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia serta menjadi pusat aktivitas pekebun rakyat maupun perusahaan.

"SIEXPO menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk bertemu langsung dengan perusahaan perkebunan, petani, dan asosiasi petani sawit. Melalui pameran ini kami juga dapat memperkenalkan benih unggul, layanan laboratorium analitik, serta rekomendasi pemupukan kepada pelanggan," ujarnya.

PT Socfin Indonesia merupakan bagian dari Socfin Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet. Perusahaan beroperasi di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh dengan kantor pusat di Medan. Selain memproduksi CPO sawit dan karet kering, Socfindo juga mengembangkan benih kelapa sawit unggul, menyediakan layanan agronomi, serta jasa laboratorium analitik untuk mendukung produktivitas perkebunan.

Pada SIEXPO 2026, Socfindo akan menampilkan sejumlah varietas benih unggulan, di antaranya Moderat Tahan Ganoderma (MTG) yang dikembangkan sebagai solusi bagi perkebunan yang menghadapi ancaman penyakit Ganoderma. Varietas tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, perusahaan juga akan memperkenalkan varietas SM, yang memiliki karakter dominan menghasilkan bunga jantan, serta varietas Lame dan Yangambi yang telah dikenal luas di kalangan pelaku industri kelapa sawit.

Tidak hanya menghadirkan benih unggul, Socfindo juga menawarkan layanan laboratorium analitik yang meliputi pengujian tanah, daun, pupuk, air, kompos dan air . Hasil analisis daun dan tanah menjadi dasar penyusunan rekomendasi pemupukan sehingga dapat membantu perusahaan maupun pekebun meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan produktivitas tanaman.

Dalam pameran tersebut, Socfindo juga menyerahkan secara langsung pesanan kecambah kelapa sawit yang telah disertifikasi oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan kepada pelanggan di booth SIEXPO 2026.

Menurut Agustiaman, permintaan benih kelapa sawit Socfindo hingga semester I tahun 2026 menunjukkan tren positif. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perusahaan mencatat peningkatan permintaan dari pelaku industri kelapa sawit baik perusahan maupun petani untuk berbagai varietas sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Socfindo terus memperkuat layanan purna jual melalui pendampingan teknis yang dilakukan oleh tim agronomis dan pemulia tanaman (breeder). Tim perusahaan secara berkala mengunjungi kebun pelanggan untuk memantau pertumbuhan tanaman, mengevaluasi produktivitas, serta memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Di sisi lain, perusahaan juga membuka kesempatan bagi pelanggan untuk mengunjungi unit produksi benih dan perkebunan Socfindo. Melalui kegiatan tersebut, pelanggan dapat melihat langsung proses produksi benih hingga praktik budidaya yang diterapkan perusahaan.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Socfindo Conference and Expo (SCOPEX) 2026 yang digelar pada Mei lalu. Dalam kegiatan itu, Socfindo mengajak perusahaan perkebunan dan petani mengikuti field trip ke unit produksi benih dan kebun perusahaan sebagai sarana berbagi pengetahuan serta memperkuat kemitraan.

Dengan menghadirkan benih unggul, layanan analitik, dan pendampingan teknis secara berkelanjutan, PT Socfin Indonesia berharap dapat terus mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional sekaligus memperkuat praktik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Artikel Terkait