- Schimidt, J. H. 2009. LCA Assessment of Malaysian Palm Oil.
Berita Terbaru
Penghasil Energi Terbarukan Secara Efisien
Sumber energi abadi bagi kehidupan di planet bumi adalah sinar matahari . Tumbuhan di planet bumi ini merupakan alat kehidupan untuk memanen energi dari matahari, untuk kebutuhan kehidupan di bumi. Melalui proses fotosintesa tumbuhan, energi matahari ditangkap dan disimpat dalam bentuk biokimia (biomass). Tentu saja secara alamiah kemampuan jenis tumbuhan untuk menangkap energi matahari berbeda-beda. Perkebunan kelapa sawit dari berbagai indikator, lebih unggul dari hutan tropis dalam memanen energi matahari.
Perbandingan Kemampuan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Memanen Energi Matahari Dibandingkan dengan Hutan Tropis.
Indikator
Perkebunan Kelapa Sawit
Hutan Tropis
Efisiensi Fotosintesis (%)
3,18
1,73
Efisiensi Konversi Radiasi (g/m)
1,68
0,86
Pertumbuhan Biomass (ton/tahun)
8,3
5,8
Produksi Bahan Kering (ton/tahun)
36,5
25,7
Sumber : Henson, I.E. (1999). Comparative Eco-Physiology of Palm Oil and Tropical Forest. Oil Palm and The Environment; A malaysian Perspective. Malaysian Plam Oil Growers Council. Kuala Lumpur. P.9-39.
Dari segi efisiensi proses penangkapan energi matahari (efisiensi fotosintesis, efisiensi konversi radiasi) perkebunan kelapa sawitlebih unggul (lebih efisien) hampir dua kali lipat dari kemampuan hutan tropis. Kemudian dari segi hasil proses penangkapan energi matahari (produksi biomass dan bahan kering) perkebunan kelapa sawit lebih unggul dari pada hutan tropis. Pertumbuhan bimass dan bahan kering tersebut merupakan indikator produksi energi terbarukan (renewable energy), laju penyerapan netto CO2 sekaligus alaju akumulasi stok karbon yang diserap persatuan waktu.
Kemudian bila dibandingkan kemampuan kelapa sawit dengan tanaman minyak nabati lainnya ternyata kelapa sawit juga lebih unggul dalam menangkap energi matahari dan menyimpannya dalam bentuk biomass (minyak sawit).
Produksi Energi Terbarukan dan Energi Ratio Kelapa Sawit Dibandingkan Tanaman Lain.
Tanaman
Produksi Minyak1) (ton/ha/tahun)
Energi Ratio 2)
Minyak Sawit
4,27
2,27
Minyak Rape
0,69
1,73
Minyak Bunga Matahari
0,52
-
Minyak Kacang Tanah
0,45
-
Minyak Kedelai
0,45
-
Minyak Kelapa
0,34
-
Minyak Kapas
0,19
-
Sumber : 1. Oil World (2008). Oil World Statistic. ISTA, Mielke GmBh Hamburg.














