• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pengalaman Pekebun Harus Dipadukan Data dan Teori untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit

Bengkulu, SAWIT INDONESIA – Pengalaman menjadi modal penting bagi pekebun kelapa sawit. Namun, menghadapi tantangan perkebunan yang semakin kompleks, pengalaman perlu diperkuat dengan data, teori, dan praktik teknis agar keputusan pengelolaan kebun semakin tepat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Dr. Idum Satia Santi, saat membuka Pelatihan Petani Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 di Bengkulu.

Pelatihan yang dilaksanakan AKPY dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) tersebut diikuti 156 pekebun dari Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara. Kegiatan berlangsung pada 27 Agustus-1 September 2026 di Bengkulu.

Rinciannya, 47 peserta dari Mukomuko mengikuti pelatihan teknis budidaya, 29 peserta mengikuti pelatihan teknis panen dan pascapanen, serta 80 peserta dari Bengkulu Utara mengikuti pelatihan teknis budidaya.

“Bukan berarti kami lebih baik. Bapak Ibu semua ini pengalamannya juga lebih banyak. Nanti ditambah dengan data, dengan teori, insyaallah akan menjadi semakin lebih baik dan semakin berkembang,” ujar Dr. Idum, Jumat (27/8/2026).

Menurutnya, pelatihan SDMP bukan untuk menggantikan pengalaman pekebun, melainkan memperkuat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan di lapangan. Perpaduan pengalaman, data, teori, dan praktik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun, produksi, dan keuntungan.

Bengkulu Dapat Porsi Besar

Dalam pelaksanaan SDMP 2026, AKPY mendapat amanah melatih 2.619 pekebun dalam 89 batch di tujuh provinsi, yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Dari jumlah tersebut, 768 pekebun berasal dari Bengkulu, sehingga menjadi salah satu provinsi dengan peserta terbanyak.

“Dari 2.619 ini, kami harus melatih sebanyak 768 petani dari Provinsi Bengkulu dan itu yang termasuk terbanyak,” kata Idum.

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan penguatan kapasitas pekebun di Bengkulu sekaligus menjadi tantangan agar materi pelatihan benar-benar diterapkan di kebun.

Pelatihan Mencakup Berbagai Bidang

Dr. Idum menjelaskan, pengembangan SDM melalui program yang didukung BPDP dan Ditjenbun tidak hanya mencakup budidaya serta panen dan pascapanen. Program juga meliputi pemetaan perkebunan, kelembagaan pekebun, pemupukan, sarana dan prasarana, hingga penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pekebun dan tata kelola perkebunan secara menyeluruh.

Menurut Dr. Idum, penguatan SDM penting karena sawit merupakan komoditas strategis dengan nilai ekonomi besar. Namun, sektor ini juga menghadapi berbagai tantangan.

Dari sisi internal, pekebun menghadapi persoalan ketersediaan pupuk dan perubahan iklim. Perubahan suhu dan kelembapan dapat memengaruhi tanaman serta organisme tanah, sementara El Niño dan kebakaran perlu diantisipasi melalui pengelolaan kebun yang lebih baik.

Di sisi eksternal, sawit juga bersaing dengan minyak nabati lain seperti bunga matahari, kedelai, dan rapeseed.

“Banyak sekali PR yang masih menjadi bagian yang harus terus kita upayakan bersama-sama,” ujarnya.

Oleh karena itu, Dr. Idum berharap peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperkaya pengetahuan melalui pembelajaran di kelas, praktik lapangan, dan field trip. Dengan demikian, peserta dapat melihat langsung penerapan pengelolaan perkebunan yang baik.

“Harapannya adalah kita dalam mengelola sawit itu sendiri, apa yang kita kerjakan itu benar,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah melalui BPDP dan Ditjenbun menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pekebun tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan perkebunan, termasuk di tengah kebijakan efisiensi dan pengetatan anggaran.

Dr. Idum mengajak peserta menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperbaiki pengelolaan kebun masing-masing.

“Bapak Ibu semua mempunyai potensi yang sangat besar. Dengan potensi itulah semua pasti akan mendapatkan banyak keuntungan,” pungkasnya.

Artikel Terkait