• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pendapatan Naik, Sampoerna Agro Nikmati Laba Bersih Rp748,56 miliar

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Sampoerna Agro Tbk mencatat pertumbuhan kinerja baik dari pendapatan dan laba bersih sepanjang 2024. Pendapatan perusahaan tumbuh 1,24% menjad Rp5,69 triliun dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp5,62 triliun.

Sumber pendapatan perusahaan terbesar dari segmen produk sawit mencapai Rp5,3 triliun. Selanjutnya, produk benih sawit Rp171,3 miliar serta penjualan lain-lain dari produk tepung sagu, karet, jasa analisa dan listrik berjumlah Rp164,2 miliar.

Faktor pendukung lainnya adalah volume penjualan yang menguat 59% sejalan dengan peningkatan produksi serta harga jual rata-rata yang lebih tinggi 13% . Pendapatan dari inti sawit sebagai kontributor pendapatan terbesar kedua, naik sebesar 149% qoq menjadi Rp339 miliar yang disebabkan oleh volume penjualan PK yang lebih tinggi 109% serta kenaikan ASP PK 19%.

Sementara itu, beban pokok penjualan Rp4,09 triliun, ikut turun daripada periode sama akhir 2023 senilai Rp4,29 triliun. Laba kotor terakumulasi sebesar Rp1,6 triliun, melesat 21,21 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,32 triliun.

Emiten berkode SGRO menutup tahun 2024 dengan laba bersih Rp748,56 miliar atau meroket 54,75 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp483,71 miliar.

Ekuitas terakumulasi senilai Rp6,21 triliun yang mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp5,51 triliun. sedangkan, total liabilitas Rp4,49 triliun, berkurang dari akhir tahun sebelumnya Rp4,55 triliun. Jumlah aset Rp10,7 triliun, menanjak dari akhir 2023 senilai Rp10,06 triliun.

Dengan meredanya dampak El-Nino, produksi kuartalan Perseroan berhasil membaik. Total produksi TBS (termasuk pihak eksternal), melonjak 71% qoq menjadi 624.547 ton di 4Q24 dengan produksi TBS dari area inti meningkat sebesar 68% qoq. Produksi TBS dari wilayah Sumatera meningkat tajam lebih dari dua kali lipat, sementara produksi TBS dari wilayah Kalimantan meningkat 27% qoq. Secara kumulatif, total produksi TBS, turun sebesar 9% yoy menjadi 1,7 juta ton di tahun 2024 yang disebabkan oleh dampak El-Nino selama delapan bulan pertama tahun 2024 serta kegiatan peremajaan kelapa sawit untuk area plasma.

Penurunan produksi TBS sawit juga diikuti merosotnya produksi CPO sebesar 14% yoy dengan tingkat ekstrasi minyak (OER)
yang lebih rendah dari 21,4% di tahun 2023 menjadi 20,5% di tahun 2024.

Artikel Terkait