• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pendapatan Citra Borneo Utama Naik Menjadi Rp6,6 Triliun, Darimana Penopangnya?

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Citra Borneo Utama Tbk membukukan kenaikan pendapatan sebesar 38,8% menjadi Rp6,6 triliun sepanjang semest pertama 2025. Kenaikan ini ditopang penjualan produk olahan Perseroan seperti olein, stearin, dan PFAD.

International Pte., Ltd. menyumbang 61% dari total penjualan neto. Angka ini meningkat dari 38% pada periode yang sama tahun lalu. Sedangka, kontribusi penjualan kepada pihak ketiga, Olam Global Agri Pte., Ltd., turun dari 30% menjadi 12%.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp5,73 triliun, dari sebelumnya Rp4,26 triliun. Namun, efisiensi operasional memungkinkan perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp935,46 miliar , naik 73,5% dari Rp539,25 miliar.

Perseroan berhasil mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp42,206 miliar pada enam bulan pertama 2025 , meningkat 89% dari Rp22,322 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan laba ini didukung oleh pertumbuhan penjualan yang masif.

Laba usaha CBUT juga tumbuh pesat, mencapai Rp180,46 miliar atau naik 212% dibandingkan Rp57,84 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Berkat performa positif ini, laba periode berjalan Citra Borneo Utama (CBUT) di Semester I-2025 naik 89,08 persen jadi Rp42,20 miliar dari periode sama tahun 2024 yang hanya Rp22,32 miliar. Laba per saham dasar naik jadi 13,5 dari sebelumnya 7,14 per saham dasar.

Laporan keuangan interim CBUT per 30 Juni 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan. Dalam laporannya, auditor memberikan opini wajar dalam semua hal yang material. Mereka menyatakan bahwa laporan keuangan interim menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas interim perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Artikel Terkait