• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pendapatan Astra Agro Naik 5,2% Menjadi Rp21,81 Triliun pada 2024

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Astra Agro Lestari Tbk mencetak pertumbuhan pendapatan 5,2% menjadi Rp21,8 triliun sepanjang periode 2024, lebih tinggi daripada tahun 2023 sebesar Rp20,74 triliun.

Kontributor utama penjualan emiten berkode AALI ini masih dari segmen minyak sawit. Penjualan dari minyak sawit mencapai Rp20,18 triliun atau sekitar 90% dari total pendapatan. Disusul segmen inti sawit dan turunannya sebesar Rp1,62 triliun.

Kenaikan pendapatan juga diikuti beban pokok pendapatan yang naik 3% menjadi Rp18,47 triliun. Beban pokok naik dipengaruhi komponen bahan baku dan biaya pengolahan serta biaya perawatan.

Di akhir 2024, laba komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik induk mencapai Rp1,14 triliun. Ada kenaikan sekitar 1% dari tahun 2023 yang sebesar Rp1,13 triliun.

Sampai November 2024, PT Astra Agro Lestari Tbk (“Perseroan”) mencatatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 3,4 juta ton atau menurun sebesar 15,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Hal ini juga dialami oleh pembelian buah dari pihak ketiga dimana menurun menjadi 2,0 juta ton atau sebesar 12,3% dari periode yang sama tahun 2023. Penurunan ini menyebabkan TBS proses menjadi sebesar 5,4 juta ton atau menurun sebesar 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2023.

Produksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya juga ikut mengalami penurunan sebesar 13,7% menjadi 1,0 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Selain itu, produksi kernel dan turunannya juga mengalami penurunan sebesar 16,0% menjadi 213 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Penurunan yang terjadi ini mengakibatkan penjualan CPO dan turunannya menurun sebesar 5,7% serta kernel dan turunannya menurun sebesar 20,9%.

Artikel Terkait