• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pemkab Mukomuko Gandeng SIPEF dan HCVN Luncurkan Inisiatif Lanskap Pembangunan Berkelanjutan

MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten Mukomuko resmi meluncurkan inisiatif multi-pemangku kepentingan untuk menyulap wilayahnya menjadi kawasan lanskap berkelanjutan yang ramah investasi. Dipimpin oleh Pemerintah Daerah Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), inisiatif ini menghadirkan lembaga pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas lokal, serta mitra sektor swasta, termasuk SIPEF, Arconesia, dan High Conservation Value Network (HCVN).

Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola lahan, upaya konservasi, dan pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan terkoordinasi dan berbasis ilmu pengetahuan.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola lahan dan konservasi berbasis data guna menciptakan keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebagai titik awal, workshop skrining Nilai Konservasi Tinggi (NKT) telah digelar pada 6 dan 9 April 2026 untuk memetakan kawasan prioritas yang harus dilindungi.

Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, M.H., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan strategi daerah untuk memikat investor. “Kami berharap hasil kerja sama ini menjadi pintu gerbang menuju Mukomuko lestari dan menjadi daya tarik utama untuk menarik investasi hijau ke daerah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keberlanjutan SIPEF Indonesia, Dr. Matthew Nowak, menekankan bahwa pendekatan lintas sektor ini adalah kunci. Dengan pemetaan yang transparan, Mukomuko diharapkan mampu memposisikan diri sebagai daerah penyedia sumber daya yang bertanggung jawab di pasar global.

Proses ini juga mendukung identifikasi risiko serta pengembangan peta prioritas indikatif, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih transparan dan seimbang. Output yang diharapkan dari proses skrining ini mencakup peta indikatif kawasan bernilai konservasi tinggi, penilaian ancaman, dan rekomendasi aksi prioritas di lapangan.

Dimana output ini akan melengkapi perangkat perencanaan yang sudah ada dan menjadi referensi bersama untuk memperkuat pembangunan berbasis data di Mukomuko.

Artikel Terkait