• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pemkab Kutim Bekerjasama Dengan FPKS Tingkatkan Hilirisasi Sawit

Jakarta, Sawit Indonesia - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menunjukan komitmen kuat dalam pengembangan industri sawit, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan hal ini saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) kutim, yang berlangsung di Ruang Meranti, Kator Bupati Kutim, Sabtu (22/06/2024).

“kami akan terus bekerja sama dengan FPKS dan semua pihak terkait, untuk memastikan sektor perkebunan kelapa sawit di Kutim berkembang dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Ardiansyah.

Bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan hilirisasi industri sawit di Kutim dengan dukungan investor.

“Alhamdulillah, kemarin kami sudah ada investor yang akan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Malay,” tanbahnya.

Ia berharap dalam satu hingga dua tahun kedepan, perusahaan industri kelapa sawit dapat berdiri di Kutim. Sehingga membawa manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

Ketua FPKS Kutim yang baru dilantik, Nasruddin, menyampaikan kebanggaanya jika kedepan Kutim bisa memiliki produk hasil sawit sendiri.

“Kita bangga kalau Kutim punya brand asli Kutim. Misal punya minyak goreng sendiri dengan merk Kutim,” katanya.

Nasruddin berharap pemerintah dapat mendukung pendirian pabrik di Kutim agar produksi sawit bisa dilakukan secara hilirisasi di daerah tersebut. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap petani sawit mandiri di Kutim dan inisiatif Pemkab Kutim untuk mengembangkanhilirisasi industri sawit.

“Pemkab Kutim telah memberikan ruang yang jelas bagi sawit swadaya. Industri sawit memang cukup menjajikan tetapi juga penuh tantangan. Kami akan mendorong investasi dan kerjasama dengan forum petani,” imbuhnya.

Selama ini, petani sawit di Kutim menghadapi kendala besar karena tidak memiliki pabrik pengolahan sendiri. Perusahaan – perusahaan beasr di Kutim memiliki lahan inti mereka sendiri, sehingga petani swadaya kesulitan menyalurkan hasil panen mereka. Nasrudin menegaskan pentingnya hilirisasai industri sawit di Kutim, sehingga produk – produk seperti minyak goreng, sabun dan kosmetik bisa diproduksi di daerah tersebut.

“Jadi, jangan lagi sawit kita dibawa keluar, kita olah di sini menjadi produk jadi,” tegasnya.

Dengan pelantikan ini, FPKS resmi menjadi garda terdepan dalam perjuangan petani sawit di Kutim. Untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan melalui hilirisasi industri sawit.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPD RI Mahyunadi bersama Arfan yang juga Wakil Ketua DPRD Kutim, Anggota Komisi A DPRD Kutim Fitriani, serta perwakilan dari perusahaan – perusahaan di Kutim.

Langkah maju ini dapat membawa kutim menjadi salah satu daerah dengan industri sawit ynag terintergrasi, memaksimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: pro.kutaitimurkab.go.id

Artikel Terkait