• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pemerintah RI dan Organisasi Peneliti China Sepakati Pengembangan Industri Sawit Rendah Karbon

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kementerian PPN/Bappenas dan Chinese Society of Environmental Sciences (CSES) akan bekerjasama dalam pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi dan berkelanjutan yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU).

Kerja sama ini meliputi pengembangan teknologi rendah emisi, penyusunan metodologi perhitungan emisi karbon untuk mendukung perdagangan karbon, serta penguatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui pembentukan koperasi petani serta pelatihan dan pertukaran pengetahuan agar pengolahan sawit dilakukan secara lebih ramah lingkungan dan bernilai tambah.

“Salah satu aspek utama dari kemitraan ini adalah pengembangan dan penerapan teknologi inovatif rendah emisi, atau yang kami sebut sebagai PaMER (Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah). Teknologi ini tidak hanya menghasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi dan produk lain yang ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk menurunkan emisi karbon sebesar 79,19 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional,” ujar Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, Selasa (27/1).

Chinese Society of Environmental Sciences adalah organisasi ilmiah nirlaba terbesar di Tiongkok yang didirikan pada tahun 1978 dan berfokus pada ilmu serta teknologi lingkungan. Dengan lebih dari 70.000 anggota, CSES berperan dalam penelitian, pertukaran akademis, dan promosi teknologi ramah lingkungan

Wakil Presiden dan Sekretaris Jenderal Chinese Society of Environmental Sciences (CSES), Xia Zuyi, menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai inovasi dan percontohan yang penting dalam konteks transisi hijau global. Kerja sama ini fokus kepada pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi integrasi mekanisme perdagangan karbon dengan pengembangan industri dan peningkatan kesejahteraan petani. Inisiatif ini memiliki nilai inovasi dan percontohan yang penting.

Kerja sama ini juga menempatkan petani sawit sebagai aktor penting dalam transformasi industri sawit nasional. Melalui penguatan kapasitas dan pengembangan koperasi, petani diharapkan dapat terlibat langsung dalam mekanisme perdagangan karbon dan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Kolaborasi Bappenas–CSES diharapkan menjadi model pengembangan industri sawit rendah emisi yang inklusif, berdaya saing, dan relevan secara global.

Artikel Terkait