Penulis: Wayan Supadno
Lazimnya volume ekspor CPO dan turunannya pada tahun 2021 sebanyak 2,5 s/d 3 juta ton/bulan atau 34 juta ton/tahun dari total produksi 52 juta ton CPO. Namun kali ini hanya 800.000 ton saja. Tapi diberitakan bahwa pemerintah banjir duit dari pajak ekspor sawit. Kenapa pemerintah banjir duit dari pendapatan ekspor sawit ? Karena tiap 1 kg TBS milik petani dipungut Rp 2.064 atau Rp 2.064.000/ton CPO. Jika rendemen CPO 20% dari TBS maka setara dengan Rp 10.320.000/ton CPO. Jika kurs Rp 15.000. Setara US $ 688/ton CPO. Rincian beban petani US $ 688/ton CPO, meliputi ;- Pajak ekspor (Bea Keluar) US $ 288/ton CPO
- Pungutan ekspor oleh BPDPKS US $ 200/ton CPO
- Flush Out jika tanpa DMO DPO US $ 200/ton CPO
- Ongkos panen Rp 250/kg, muat ke atas truk Rp 30/kg dan kirim ke pabrik (PKS) Rp 200 an/kg. Total Rp 550/kg TBS. Relatif tergantung jarak ke pabrik (PKS).
- Pupuk NPK kimia umumnya 1 ton/ha/tahun saat ini harganya Rp 16.000/kg atau Rp 800.000/zak 50 kg. Hasilnya 16 ton/ha/tahun. Indeks Rp 1.000/kg TBS. Harga pupuk NPK relatif ada yang Rp 12.000/kg hingga Rp 21.000/kg, tergantung merk dagangnya.
- Biaya belanja herbisida dan ongkos pruning pelepah tua, piringan pembersihan pangkal batang radius 1 meter, tenaga semprot herbisida gulma rumput liar dan merawat jalan total sekitar Rp 400/kg TBS.














