• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pemanen Menjadi Cerminan Kerja Keras di Lingkungan PTPN IV PalmCo

Riau, SAWIT INDONESIA - Peran pemanen menjadi cerminan kerja keras di lingkungan PTPN IV PalmCo. Hal itu terlihat jelas dari para pekerja kebun di PTPN IV Regional III yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Riau.

Bagi mereka, kesejahteraan keluarga serta jaminan pendidikan anak demi masa depan yang lebih baik menjadi alasan utama untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi. Di antara para pemanen tersebut, terdapat empat nama yang mencatatkan prestasi terbaik sepanjang 2025 di PTPN IV Regional III, yakni Warham Tanjung, Dedek Triono, Adi Syahputra, dan Sudirman Pakpahan.

Keempatnya menilai kesempatan menjadi bagian dari PTPN IV sebagai anugerah tersendiri. Melalui ketekunan dan konsistensi dalam bekerja, para pemanen ini mampu memperoleh penghasilan yang mencapai Rp18 juta setiap bulannya. Pengalaman itu turut dirasakan Sudirman Pakpahan, seorang ayah dari tiga anak yang kini memasuki usia kepala lima. Walau usia tak lagi muda, ia membuktikan diri tetap mampu bersaing dan produktif dibandingkan rekan kerja yang lebih muda.

“Motivasi utama saya adalah keluarga. Saya ingin membahagiakan istri dan memastikan pendidikan tiga anak saya,” ujar Sudirman dengan wajah sumringah.

Pada awal pekan ini, Sudirman bersama tiga pemanen berprestasi lainnya mendapat undangan langsung dari Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, untuk hadir ke Region Office PTPN IV Regional III di Pekanbaru. Dalam agenda tersebut, manajemen regional juga mengajak istri dan anak para pemanen. Suasana penuh kebahagiaan tampak ketika para pemanen beserta keluarga berbincang hangat dengan jajaran manajemen.

Sudirman terlihat bangga saat berkesempatan melihat langsung PalmCo Business Cockpit di ruang kerja Regional Management. Ia menilai pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata perhatian dan apresiasi atas kerja keras mereka.

“Terima kasih kepada pimpinan PTPN IV Regional III yang telah mengundang kami. Saya sangat terharu. Ini pertama kalinya saya datang ke sini, diajak berdiskusi dan makan bersama,” tutur Sudirman.

Dengan didampingi sang istri, Santi, Sudirman mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya menjadi pemanen terbaik dengan pendapatan hingga Rp18 juta per bulan terletak pada fokus dan disiplin. Dalam satu hari, ia mampu memanen antara 5 hingga 6 ton tandan buah segar. Sebelum bekerja, ia selalu memastikan pemahaman terhadap areal panen, tingkat kematangan buah, serta kedisiplinan dalam mengutip brondolan.

“Kalau ditambah premi, sebulan bisa Rp17 sampai Rp18 juta. Itu semua untuk istri dan anak-anak saya. Pesan saya satu, masa pemanen muda kalah sama yang tua seperti saya,” kata Sudirman sambil terkekeh.

Pemanen lainnya pun menyampaikan pandangan serupa. Mereka menegaskan bahwa keluarga menjadi alasan terkuat untuk menjaga performa kerja. Harapan agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik menjadi energi tambahan dalam menjalani pekerjaan yang menuntut fisik dan kedisiplinan tinggi.

Selain itu, para pemanen sepakat bahwa bentuk apresiasi dari manajemen memberikan dorongan moral yang besar bagi pekerja kebun. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kerja lapangan memiliki peran strategis dalam mendukung perusahaan.

“Kami bekerja setiap hari di kebun. Ketika hasil kerja itu dihargai, semangat kami bertambah,” ujar Warham Tanjung.

Pandangan senada juga disampaikan Dedek Triono. Ia menilai lingkungan kerja yang memberikan penghargaan mampu mendorong pemanen untuk terus menjaga kualitas hasil panen serta disiplin kerja.

“Kalau kinerja diperhatikan, kami merasa punya tanggung jawab yang lebih besar terhadap pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menegaskan bahwa pemanen merupakan garda terdepan dalam operasional perusahaan. Menurutnya, keberlanjutan dan tingkat produktivitas perusahaan sangat bergantung pada kinerja nyata para pemanen di lapangan.

“Pemanen adalah fondasi operasional. Perusahaan ingin memastikan mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang,” ujar Bambang.

Manajemen berharap kisah para pemanen berprestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pekerja lainnya. Selain itu, cerita tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang menempatkan manusia dan keluarga sebagai bagian penting dari keberhasilan perusahaan.

Sumber: kabarbumn.com

Artikel Terkait