• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Solusi Meningkatkan Harga TBS Petani Swadaya, Terima Kasih BPDP – DITJENBUN – BPI

SAWIT INDONESIA - Ditengah harga TBS (tandan buah segar) mencapai titik tertinggi sepanjang masa, banyak petani yang ingin produksinya bisa meningkat. BPDP – Ditjenbun – Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten bersinergi dengan Best Planter Indonesia (BPI) untuk menyelenggarakan program pengembangan sumber daya manusia perkebunan (SDM-Perkebunan) tahun 2026 di Hotel Furaya, Pekanbaru pada tanggal 22 – 26 Juni 2026. Peserta pelatihan berjumlah 181 orang berasal dari 4 Kabupaten, yaitu Kuantan Singingi, Bengkalis, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.

Diawal sesi pelatihan disampaikan batasan pelatihan panen dan pasca panen. Jika ingin mempelajari bagaimana buah sawit (TBS) bisa banyak dipohon sawit dan berat rata-rata janjang (BJR) tinggi bisa didapatkan dimodul pelatihan budidaya. Jika buah yang sudah ada dipohon bisa dipanen tanpa kehilangan (losses) dan dapat harga jual baik bisa didapatkan di modul pelatihan panen dan pasca panen.

Dalam penjelasan disesi pelatihan disampaikan bahwa harga jual TBS terbagi 3 kategori, yaitu: 1) harga plasma, 2) harga bermitra, 3) harga swadaya atau mandiri. Harga plasma merupakan harga tertinggi dan harga swadaya atau mandiri adalah harga terendah. Lebih lanjut disampaikan bahwa harga plasma bisa didapatkan apabila semenjak awal kelompok tani atau koperasi sudah bekerjasama dengan perusahaan, baik untuk pembukaan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan dan pemupukan. Jika kerjasama kelompok tani atau koperasi dengan perusahaan dilakukan setelah kebun selesai ditanam, maka kerjasamanya berbentuk kemitraan. Bekerjasama dengan perusahaan memberikan kepastian tempat penjualan dan kepastian harga TBS bagi pekebun sawit.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau diwakili Bp. Novri Ilham, S.T., M. Eng (Kabid Pengembangan Usaha dan Penyuluhan) menyampaikan pentingnya bagi pekebun sawit untuk berorganisasi dan bermitra. Berkebun sendiri kita serba keterbatasan. Berkebun bersama-sama kita bisa saling melengkapi. Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis yang diwakili Bp. Dahen Tawakal, S.Sos., M.Si agar para peserta khususnya dari Bengkalis bisa berorganisasi agar mendapatkan harga TBS Mitra. Jaminan harga TBS mitra dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setiap seminggu sekali.

Dalam sesi kunjungan lapang, peserta diajak ke KUD Produsen Tunas Muda yang sudah mendapatkan PSR (replanting) tahap 1 dari BPDP dan Ditjenbun, dan tetap memilih bentuk kerjasama plasma dengan PTPN 4 Regional 3. Setelah replanting, dengan bimbingan dari perusahaan, panen perdana pada usia 26 bulan dengan hasil produksi 16 ton/ha. Diumur 4 tahun (TM1) tahun 2025 lalu, produksi koperasi mencapai 21 ton/ha dengan bagi hasil nett mencapai 10 -11 juta/kapling/bulan atau 5 jutaan/ha/bulan. Semangat bermitra dengan perusahaan didasari rasa saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik untuk mendapatkan kesepahaman ini.

Bagi bapak ibu pekebun mandiri atau swadaya, diharapkan agar segera dapat bermitra, demi masa depan yang lebih cerah.

Semangat berkebun untuk diwariskan ke anak cucu kita.

Artikel Terkait