• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Peduli Lingkungan Jakarta Apical Group Tanam Mangrove

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Bulan Menanam Pohon Indonesia pada 28 November menjadi momentum bagi berbagai pihak sebagai upaya melestarikan dan menyelamatkan ekosistem hutan, termasuk mangrove. Mengingat keberadaan hutan mangrove menjadi salah satu kunci menjamin keseimbangan ekologi lingkungan perairan dan keberlanjutan ekonomi lokal. Di tahun ini, Apical Group bekerjasama dengan Dinas Pertamanan dan Kehutanan Kota Jakarta mendukung program pemerintah rehabilitasi Mangrove. Inisiatif ini bagian dari rencana rehabilitasi Mangrove Indonesia untuk merehabilitasi lebih dari 600.000 hektar lahan mangrove di tahun 2024 untuk melawan perubahan iklim. Proyek rehabilitasi mangrove dan hutan ditargetkan untuk memantau, melestarikan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, di area Ecowisata Pantai Indah Kapuk, pada Rabu (22 Desember 2021). Selain itu, Apical Group berencana mendukung program yang sama di kawasan konservasi lain di Hutan Kota Cilincing dan Hutan Kota Rorotan. Direktur PT Asianagro Agungjaya, Fandy Fong menyampaikan dukungan terhadap restorasi dan konservasi lanskap hutan Indonesia ini sejalan dengan komitmen Apical untuk tidak melakukan deforestasi, dan melindungi hutan dengan nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi. “Melalui kegiatan tanam Mangrove, kami ingin mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk turut serta dengan Apical membantu upaya restorasi ekosistem hutan dan berkontribusi terhadap tujuan netralitas karbon pemerintah. Hutan mangrove memiliki peran penting terhadap perubahan iklim Indonesia,” ujarnya. Program ini merupakan inisiatif dan komitmen Apical untuk merehabilitasi dan melestarikan hutan Mangrove di lokasi Jakarta Utara. Yang bertujuan untuk merestorasi degradasi lingkungan dan menciptakan peluang mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa 1,8 juta hektar dari total 3,5 juta hektar hutan mangrove di Indonesia telah rusak akibat alih fungsi kawasan. Setiap hektar hutan mangrove mengandung 3-5 kali lebih banyak stok karbon dibandingkan hutan dataran rendah. Total cadangan karbon yang tersimpan di hutan mangrove Indonesia diperkirakan mencapai 3,14 miliar ton. Suzi Marsitawati, Kepala Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta mengatakan ekosistem Mangrove yang direhabilitasi dan direstorasi memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang penting. “Pogram rehabilitasi hutan Mangrove bertujuan untuk mengurangi emisi karbon antara 107,3 dan 455,2 juta ton CO2/ha per tahun yang dapat dicapai melalui dukungan dari perusahaan dan partisipasi dari masyarakat,” ucapnya. “Kami sangat senang mendapat dukungan dari Apical melalui PT Asianagro Agungjaya. Dan, berharap dapat melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan bakau yang berkelanjutan dan penggunaan yang bertanggung jawab atas ekosistem di dalamnya,” imbuh Suzi.

Artikel Terkait