• Sabtu, 19 September 2026
Profil Produk

Pascal Biotech Melawan Silent Killer Bernama Ganoderma

Tantangan paling serius yang dihadapi perkebunan sawit saat ini adalah serangan penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot/BSR) akibat jamur Ganoderma Boninense. Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar bahkan menyebut penyakit ini sebagai “silent killer”.

“Kalau tidak diperhatikan sejak dini, Ganoderma bisa menggerus produktivitas hingga memicu kerugian setara biaya replanting. Ini ancaman nyata bagi keberlangsungan sawit kita,” ujarnya saat menjadi narasumber di hadapan ratusan peserta konferesi SIEXPO pada Agustus 2025.

Pascal Biotech menghadirkan solusi ActinoPLUS, produk biokontrol berbasis bakteri tanah Streptomyces GanoSA1. Produk ini diformulasikan dalam bentuk granul dengan pembawa vermikulit dan biocharcoal, sehingga mudah diaplikasikan ke dalam tanah.

Cara kerjanya multidimensi: menghasilkan antibiotik dan senyawa antijamur yang menghambat Ganoderm, membentuk biofilm pelindung pada akar, memicu respons imun alami tanaman, menghalangi Ganoderma dalam menyerap nutrisi, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

Aplikasi EMBIO ActinoPLUS disesuaikan dengan umur tanaman, mulai dari pembibitan (150 g per pohon) hingga tanaman menghasilkan (>5 tahun, 600 g per pohon). Produk ini telah membawa Pascal Biotech meraih penghargaan Inovator Teknologi Pengendalian di Sawit Indonesia Award 2024.

Untuk diketahui, produk ActinoPLUS merupakan representatif dari Pascal Biotech Sdn Bhd. Malaysia. PT. Pascal Biotech Indonesia atau Pascal Biotech Sdn Bhd. Malaysia yang bergerak di bidang pengendalian biocontrol yaitu untuk ganoderma.

Miftachul Anwar menjelaskan bahwa pendekatan dalam pengendalian Ganoderma ini menggabungkan ActinoPLUS (Streptomyces Gano SA1 CFU 106), Agen Pengendalian Biologis (BCA) yang terbukti dan efektif, kedalam metode budidaya saat ini untuk sanitasi secara signifikan mengurangi kejadian penyakit.

Cara Aplikasi produk ini dibedakan untuk tahap pembibitan, penanaman, TBM, dan TM. Dalam kegiatan pembibitan, aplikasi produk ini sebesar 150 gr per pohon (tiga kali aplikasi pada umur tanaman 3, 6, dan 9 bulan dan 50gr setiap kali aplikasi. Kegiatan penanaman, aplikasinya sebesar 250 gr diaplikasikan dalam lubang tanam per pohon berusia 10 – 12 bulan.

Lalu untuk Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang berumur kurang dari 5 Tahun, aplikasi produk ini 300 gr per pohon (menggali tiga lubang sekitar pohon dan mendistribusikan 100 gr per lubang. Di Tanaman Menghasilkan (TM), aplikasinya berjumlah 600 gr per pohon (menggali tiga lubang sekitar pohon dan mendistribusikan 200 gr per lubang).

Miftachul Anwar yang juga lulusan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jurusan Hama & Penyakit Tanaman, ini merasa terpanggil untuk mengendalikan serangan Ganoderma. Jika tidak dikendalikan, kerugian perkebunan sawit diperkirakan bakalan lebih besar sampai miliaran rupiah.

“Jangan sampai investasi yang sudah dikeluarkan, malahan menjadi rugi akibat Ganoderma. Karena itulah ActinoPLUS hadir membantu perusahaan dan petani sawit agar Ganoderma tidak semakin meluas,” urainya.

Actino Plus sudah di pakai beberapa perusahaan seperti Musim Mas Group, Widya Ungguk Group, PT Mazuma Agro Indonesia, Astra Agro Group, PT Cisadane Dane Sawit Raya, PT Sinar Agro Makmur Lestari, PT Petailing Mandra Guna, PT Buana Estate, dan beberapa perusahaan lainnya. Bahkan ada yang kontrak pengadaan 1 tahun. Hal ini membuktikan bahwa Actino Plus secara nyata dapat mengendalikan Ganoderma. Berminat mendapatkan informasi mengenai ActinoPLUS silakan dapat melalui email berikut: pascalbiotech@gmail.com, anwar@pascal-biotech.com

Artikel Terkait