• Kamis, 1 Oktober 2026
Hot Issue

Pameran Sawit Terbesar di Sumatera Dihadiri 6.000 Pengunjung

2nd Sawit Indonesia Expo dan Conference (SIEXPO) 2024 menjadi pameran industri sawit terbesar di Sumatera yang dihadiri peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Jumlah peserta pameran mencapai 158 perusahaan yang dihadiri 6.000 pengunjung dari 8 – 10 Agustus 2024 di Pekanbaru Convention and Exhibition (Ska Co-Ex), Riau.

Pameran dan Konferensi SIEXPO 2024 memperkuat posisi Riau sebagai barometer industri kelapa sawit di Indonesia. Pameran tahunan yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dari 8 – 10 Agustus 2024 menyedot antusias berbagai peserta dari kalangan perusahaan, petani, industri pengolahan, supporting industri, mahasiswa, santri, dan masyarakat.

“Di tahun ini, 2nd Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 mengalami kemajuan dari jumlah peserta pameran yang mencapai 120 exhibitor dibandingkan tahun lalu berjumlah 80 exhibitor. Selain itu, peserta pameran juga berasal dari negara lain antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Kostarika, Jerman, dan Argentina,” ujar Qayuum Amri, Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2024.

Sebagaimana tahun lalu, 2nd Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan KelapaSawit (BPDPKS). Ada pula sponsor platinum antara lain Muar Ban Lee, TÜV NORD, dan SANY. Sedangkan, Sponsor kategori Gold antara lain PT Gaya Makmur Tractors, PT Shell Indonesia, Bumitama Gunajaya Agro. Di Sponsor Kategori Silver antara lain Verdant Bioscience, Verion, PT Nujeks, dan Asian Agri.

Tak perusahaan skala besar, pameran tahun ini tetap melibatkan 10 Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai peserta pameran untuk menampilkan produk andalannya seperti kerajinan, makanan olahan, dan produk perawatan tubuh sebagai bagian melibatkan UKM dalam industri sawit.

Di tahun ini, kami targetkan 3.500 pengunjung pameran akan hadir selama 3 hari. Pengunjung pameran berasal dari kalangan perusahaan, petani, refineri, supporting industry, koperasi, mahasiswa, dan akademisi. Nantinya, pengunjung pameran dapat mencari kebutuhannya di kebun dan pabrik sawit baik itu benih, pupuk, pestisida, alat berat, sarana prasarana perkebunan, agrokimia, layanan internet, dan drone.

Di tahun ini, Konferensi SIEXPO 2024 juga menampilkan 33 narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Para narasumber inilah yang menjadi kunci utama menjelaskan kemampuan industri sawit dalam peningkatan produktivitas, penyelesaian masalah hama penyakit, dan membangun sinergi hulu-hilir sawit.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Riau (Gubri), Ir. H. S.F. Hariyanto, M.T, mengapresiasi Pameran Sawit Indonesia Expo Tahun 2024 ini diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-67 Provinsi Riau pada tanggal 9 Agustus 2024 ini.

Berpijak dari semangat Hari jadi Provinsi Riau, di tanah Melayu yang kita banggakan ini, diangkat tema “RIAU MEMBANGUN”. Untuk itu, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita Bersama dalam mewujudkan tema dimaksud dengan penuh kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan kualitas sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya alam untuk ekonomi yang lebih bergeliat dan terus tumbuh meningkat yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tetap menjunjung tinggi nilai dan norma adat istiadat.

“Melalui Pameran ini diharapkan menjadi ajang promosi baik bagi Pemerintah maupun para pelaku usaha, serta memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya menggambarkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau yang berkelanjutan, baik dari aspek sosial, ekonomi maupun lingkungan. Menjelaskan peranan perkebunan khususnya perkebunan kelapa sawit secara nyata memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia secara umum dan Provinsi Riau secara khusus,” ujarnya.

Dewan Pengarah SIEXPO 2024, Dr. Gulat ME Manurung menjelaskan bahwa SIEXPO dapat menjadi ajang pameran dan pertemuan industri kelapa sawit paling komprehensif, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh rantai nilai industri ini. Dari petani sawit kecil hingga perusahaan multi nasional, dari produsen benih hingga inovator teknologi pengolahan, semua berkumpul disini untuk menjalin kemitraan, dan menjajaki peluang bisnis baru.

Industri kelapa sawit terus menghadapi tantangan sekaligus peluang yang dinamis. Isu keberlanjutan, efisiensi produksi, dan diversifikasi produk menjadi fokus utama para pelaku industri. Melalui SIEXPO 2024, kami berharap terjadi dialog konstruktif dan kolaborasi yang akan mendorong kemajuan industri sawit secara keseluruhan.

SIEXPO Award 2024

Selain Pameran dan Konferensi, Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 memberikan penghargaan melalui SIEXPO AWARD 2024 kepada tokoh dan lembaga yang berdedikasi untuk perkembangan industri sawit di Indonesia.

Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2024, Dr. Ir. Gulat ME Manurung, MP. C.IMA., C.APO, menjelaskan bahwa ada 8 kriteria anugerah SIEXPO Award 2024: Bupati/Walikota Visioner Petani Sawit Indonesia, Bupati/Walikota Visioner PSR Sawit Indonesia, Bupati/Walikota Visioner SDM sawit Indonesia, Anggota Legislatif Visioner sawit Indonesia, Kadisbun Visioner Kemitraan Sawit Indonesia, Korporasi Pola KemitraanTerbaik Visioner Sawit Indonesia, Media Visioner Advokasi Sawit Indonesia, dan Stakeholder - Asosiasi Visioner Kesetaraan Sawit Indonesia.

“Kriteria penerima Anugerah SIEXPO AWARD 2024 ini berdasarkan hasil survei kebeberapa kluster petani, korporasi, dan pejabat pemerintah terkait sektor sawit,” ujar Gulat yang juga Ketua Umum DPP Apkasindo, Rabu (7/8/2024).

SIEXPO 2024 ditutup oleh Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Dida Gardera. Dida menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut karena akan berdampak pada pertumbuhan industri sektor sawit.

“Saya ucapkan apreasiasi kepada Pak Qayuum [Ketua Pelaksana SIEXPO] yang menyelenggarakan acara ini. Event - event seperti ini ada diskusi ada talk show kemudian ada pameran dan tadi juga transaksi pamerannya juga lebih dari lumayan [Rp25 miliar]. Tentu perlu kita galakkan terus agar memupuk kecintaan kita kepada sawit,” ujar Dida dalam pernyataan penutupnya.

Pada sesi seminar dalam SIEXPO 2024 itu, Dida juga menekankan bahwa pemerintah akan terus berupaya mendorong sawit sebagai lokomotif perekonomian nasional.

“Ada beberapa tantangan yang kita hadapi dalam perkelapa sawitan, ada beberapa masalah teknis dan ada beberapa yang sifatnya kebijakan. Tentu pertama, kita punya target yang cukup besar untuk penggunaan sawit, salah satunya dominan untuk biodiesel kita. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diterapkan,” jelas Dida.

Dida mengungkapkan penerapan B40 tersebut membutuhkan stok sawit yang besar sehingga produktivitas perlu ditingkatkan. Sejumlah upaya pun, kata Dida, sedang diusahakan, salah satunya peremajaan sawit rakyat (PSR). Tahun ini, baru tercapai 18 ribu hektar perkebunan sawit yang di-PSR, jauh dari target 120 hektar. Dia berharap beberapa bulan kedepan pelaksanaan PSR bisa berjalan signifikan.

Artikel Terkait