• Minggu, 4 Oktober 2026
Berita Terbaru

Palma Serasih Cetak Pertumbuhan Dua Digit, Laba Tembus Rp442,8 Miliar

Jakarta, SAWIT INDONESIA — Di tengah fluktuasi harga komoditas dan tantangan industri sawit global, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) justru mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2025. Emiten perkebunan sawit ini membukukan laba bersih sebesar Rp442,8 miliar atau naik 26,3 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp350,6 miliar.

Tak hanya laba, pendapatan perusahaan juga tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan menjadi Rp2,55 triliun. Kinerja positif tersebut ditopang peningkatan produktivitas kebun dan efisiensi operasional yang konsisten dijalankan perusahaan.

Di tengah tekanan industri yang dinamis, Palma Serasih juga mampu menjaga profitabilitas dengan mencatat EBITDA sebesar Rp752,3 miliar dan margin EBITDA tetap sehat di level 29,5 persen.

Dari sisi operasional, perusahaan mencatat produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebesar 355,2 ribu ton, sementara produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton sepanjang 2025.
Produktivitas TBS inti atau yield tercatat sebesar 17,8 ton per hektar dan dinilai masih berpotensi meningkat seiring tanaman memasuki usia produktif optimal.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar, mengatakan keberhasilan perusahaan tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.

“Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi penerapan standar operasional, efisiensi operasional, pengelolaan aset yang optimal, dan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kinerja tahun 2025 menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan ke depan,” ujar Astrida dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Kamis (7 Mei 2026).

Memasuki 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Strategi utama akan diarahkan pada ekspansi usaha secara selektif, penerapan praktik agrikultur terbaik, serta penguatan program keberlanjutan di seluruh lini operasional.

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Palma Serasih juga menempatkan aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian penting dalam strategi perusahaan. Saat ini, perseroan mengelola lebih dari 28 ribu hektar area tertanam inti dan plasma yang terpusat di Kalimantan Timur dengan penerapan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).

Di bidang konservasi, perusahaan terlibat dalam pengelolaan bentang alam kawasan Wehea-Kelay serta bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation dan The Nature Conservancy untuk mendukung perlindungan biodiversitas dan rehabilitasi habitat orangutan.

Sementara di bidang sosial, perusahaan terus memperkuat kemitraan plasma yang telah berjalan sejak 2009 serta mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur sosial, termasuk pendidikan di sekitar wilayah operasional.

Untuk mendukung tata kelola berkelanjutan, Palma Serasih juga telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta sertifikasi internasional ISCC dan GGL.

“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari kepatuhan, melainkan fondasi dalam setiap pengambilan keputusan strategis kami. Kami berkomitmen terus menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan,” pungkas Astrida.

Artikel Terkait