• Senin, 5 Oktober 2026
Hot Issue

Optimalkan Penggunaan Drone Bagi Industri Sawit

Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Komitmen INSTIPER mendukung pemanfaatan teknologi drone telah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran kepada mahasiswa. Tak hanya itu, INSTIPER baru saja sukses mengadakan INSTIPER Drone Festival (IDF) 2025 yang berlangsung pada 11 – 26 Oktober 2025.

Kegiatan berskala nasional ini menghadirkan beragam kegiatan berbasis teknologi drone, mulai dari workshop, expo, kuliah pakar, dan sertifikasi pilot drone. IDF 2025 diawali dengan INSTIPER drone race competition yang diselenggarakan pada 11 - 12 Oktober 2025. Berikutnya digelar pula workshop drone workshop pada 21 – 22 Oktober 2025. Adapun kegiatan lainnya yaitu workshop merakit drone yang diikuti mahasiswa INSTIPER dan peserta di luar kampus untuk smemberikan pelatihan untuk merakit dan mengoptimalkan drone racing.

Selain itu, INSTIPER juga mengadakan workshop pengolahan dan analisis foto drone. Pada kesempatan ini, peserta dilatih melakukan mozaik foto drone multispektral dan dilatih menganalisis kondisi lahan dan kesehatan tanaman menggunakan indeks vegetasi seperti NDVI, GreenNDVI, NDRE, NDWI, dan indeks-indek lain.

Penyelenggaraan IDF 2025 merupakan salah satu wujud dari transformasi INSTIPER Yogyakarta, yang tidak hanya fokus dan konsisten dalam penyediaan SDM unggul di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan yang telah menjadi core dan unggulannya selama ini.

Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng, menyampaikan festival ini (INSTIPER Drone Festival) bertujuan memperkuat literasi dan kolaborasi antarpelaku di dunia teknologi drone, khususnya di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang merupakan core competency INSTIPER.

“Harapannya, IDF ini bisa menjadi ruang antara praktisi, akademisi, dan peneliti. Saat ini kebutuhan pemahaman dan keahlian drone dibutuhkan pada berbagai bidang termasuk di bidang perkebunan dan kehutanan seperti untuk survey lahan, melihat kondisi kesuburan tanah, sensus populasi dengan tree counting, monitoring dan evaluasi kesehatan tanaman. Hingga drone spayer yang dapat digunakan untuk pemupukan dan penyemportan pestisida untuk pengendalian hama atau penyemprotan herbisida untuk pengendalian gulma,” ujarnya.

“Untuk memberikan kepada mahasiswa terkait hal tersebut. Beragam materi disampaikan mulai dari drone, remote sensing, dan sistem informasi geografis telah diajarkan di semua fakultas yang ada di INSTIPER melalui perkuliahan dan praktikum. Bahkan, bagi mahasiswa yang ingin memperdalam pengetahuan dan keahlian di bidang drone, INSTIPER juga memfasilitasi mahasiswa untuk dapat meningkatkan ketrampilan menerbangkan dan menganalisis foto drone melalui INSTIPER Drone Academy yang merupakan kegiatan ko-kurikuler bagi mahasiswa,” tambah Dr. Ir. Harsawardana.

Kegiatan edukatif: pameran dan kuliah pakar

Untuk melengkapi rangkaian IDF 2025, dilangsungkan kegiatan edukatif dan profesional selama empat hari penuh untuk pengunjung. Pada kesempatan itu, pengunjung dapat menikmati Drone Expo dan Ekspose, pameran yang menampilkan teknologi terbaru dari berbagai produsen dan perusahaan seperti Frogs Indonesia, Doran Sukses Indonesia dan PT. Tribuana Solusi Inovasi Teknologi yang memamerkan berbagai drone seperti drone quadcopter, drone spayer, drone multispektral, hingga drone lidar. Pada pameran ini juga menampilkan demonstrasi penggunaan drone untuk spraying, mapping, dan monitoring yang relevan dengan kebutuhan pertanian, perkebunan, serta kehutanan modern.

Pada kesempatan yang sama, dihadirkan pula program sertifikasi pilot drone nasional bekerja sama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Sebanyak 20 orang terdiri dari dosen dan mahasiswa dan peserta umum mengikuti serangkaian materi safety, regulasi, checking pra penerbangan dan komunikasi berkaitan dengan penerbangan drone yang dilanjutkan dengan uji penerbangan drone.

Kegiatan sertifikasi pilot drone ini ditujukan bagi dosen dan mahasiswa INSTIPER. Melalui sertifikasi ini lulusan INSTIPER akan memiliki sertifikat pendamping ijazah yang akan menjadi nilai tambah karena memiliki ketrampilan khusus di bidang menerbangkan drone.

Bion, perwakilan APDI, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama dengan INSTIPER.
Pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan INSTIPER dalam kegiatan sertifikasi ini.

“Kolaborasi seperti ini penting untuk memperluas ekosistem drone nasional, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi di bidang teknologi drone, khususnya untuk sektor pertanian dan kehutanan,” ucapnya.

Sedangkan di hari terakhir IDF diselenggarakan Kuliah Pakar IDF 2025 yang mengusung tema “Transformasi Smart Drone Technology: Peran Inovatif Drone untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan” yang dilangsungkan pada Minggu (26 Oktober 2025).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari berbagai sektor seperti Arif Ika Uktoro, S.TP., M.Eng. (Expert Drone INSTIPER), Tri Haryo Sagoro, SP., M.Si. (Kepala GIS PT. Wilmar), Nicko Ariwibowo (PT. Tribuana Solusi Inovasi Teknologi), dan Dr. M. Akbar Marwan, ST., M.MSI. (Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia), dan Galang Sinu Susilo (Drone trainer and specialist PT. Doran Sukses Indonesia).

Kuliah pakar yang dimoderatori Amir Novyanto, SP., M.Sc. ini diikuti oleh lebih dari 500 orang mahasiswa INSTIPER dan peserta di luar INSTIPER. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para nara sumber pada saat sesi diskusi.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 169)

Artikel Terkait