• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Operasi TMC di Jambi dan Sumsel Mulai Dilaksanakan

Masuknya musim kemarau dan eskalasi kejadian karhutla yang meningkat di Sumatera Selatan dan Jambi, KLHK bersama para pihak mulai melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Pembukaan operasi TMC digelar secara hybrid dengan berpusat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang, 23/5/2022.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), diwakili oleh Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto dalam sambutannya mengungkapkan luasan kebakaran di Sumatera Selatan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya pada periode Januari-April.

“Tahun ini, kejadian karhutla di Sumatera Selatan terjadi agak unik karena dimulai dari Muratara, OKU, dan Pali. Kita sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi karhutla, juga upaya pemadaman pada lokasi yang terbakar. Di Riau operasi TMC sudah dimulai sejak bulan kemarin dengan penambahan curah hujan sebanyak 15%,” ungkap Ferdi.

Ferdi mengungkapkan pelaksanaan operasi TMC tahun ini sudah dilaksanakan di Provinsi Riau pada bulan April selama lima belas hari dengan dukungan PT. RAPP. Operasi TMC berhasil menambah curah hujan sebesar 15% dibandingkan dengan curah hujan historis selama 10 tahun ke belakang (2012 – 2021). Selain itu juga, selama pelaksanaan operasi TMC di Riau tidak terpantau terjadi kebakaran hutan dan lahan serta tidak terpantau titik panas dengan confidence level > 80%.

Ferdi menjelaskan mulai tahun 2020 operasi TMC dijadikan salah satu solusi permanen pencegahan karhutla selain patroli dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Operasi TMC dilakukan dengan tujuan untuk membasahi lahan gambut agar terjaga kelembabannya, menjaga tinggi muka air tetap stabil sehingga tidak mudah terbakar.

“Operasi TMC juga dilakukan untuk mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi areal guna mencegah kebakaran terutama di lahan gambut yang sering mengalami kebakaran setiap tahun,” ungkap Ferdi.

Pelaksanaan operasi TMC merupakan kerja bersama-sama. Banyak pihak yang terlibat antara lain BRIN melalui Laboratorium TMC sebagai penyedia infrastruktur, teknologi, sarana prasarana, dan bahan-bahan untuk pelaksanaan operasi TMC; TNI AU sebagai supporting armada pesawat; BNPB dan juga menggandeng Mitra Swasta memberikan dukungan anggaran; BMKG sebagai penyedia data dan informasi prediksi cuaca serta rekomendasi; serta KLHK dan BRGM sebagai supporting dalam penyediaan data dan informasi kerawanan karhutla dan kondisi tinggi muka air gambut dan tahun ini BRGM juga akan mensupport biaya pelaksanaan TMC untuk pembasahan gambut.

“Selain itu, KLHK secara masif juga melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan karhutla kepada masyarakat dan juga generasi muda serta melibatkan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Pengecekan titik panas juga segera dilakukan pada setiap hotspot yang terpantau dan segera dilakukan pemadaman dini jika ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Ferdi.

“Operasi TMC rencana akan dilaksanakan selama 15 hari dengan dukungan dari PT. Wirakarya Sakti (Sinar Mas Forestry). Hari ini kita memulai sesuatu dengan baik, berproses dengan baik, dan semoga memperoleh hasil yang terbaik dan bermanfaat,” harap Ferdi.

Direktur PT. Wira Karya Sakti Agus Wahyudi mengucapkan terima kasih karena telah diajak berperan serta dalam kegiatan operasi TMC. Kerjasama ini sudah dilaksanakan dua tahun ini, hasilnya sudah dirasakan dengan jumlah hotspot dan firespot yang cukup kecil.

“Kami terus berkomitmen dalam upaya pengendalian karhutla dengan meningkatkan sumber daya manusia, peralatan, dan pembentukan Desa Makmur Peduli Api,” ungkap Agus.

BMKG Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan musim kemarau masih akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan, kewaspadaan terhadap pontesi karhutla tetap diperlukan.

Dalam sambutannya para pihak yang hadir menyambut baik dan mendukung operasi TMC yang akan dilaksanakan di Jambi dan Sumsel pada lima belas hari mendatang. Semua pihak berharap dengan adanya operasi TMC ini dapat mengurangi kejadian karhutla di Jambi dan Sumsel.

Hadir dalam pembukaan operasi TMC Jambi dan Sumsel antara lain Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan-KLHK, Kadis Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang, Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi-BRIN, Sekjen APHI, PT. Wira Karya Sakti, Kepala BPBD Sumsel, Kepala BPBD Jambi, BMKG Sumsel.

Sumber: sipongi.menlhk.go.id

Artikel Terkait