• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

OKKABUN 2025: Upaya INSTIPER Yogyakarta Kenalkan Mahasiswa Baru dengan Komoditas Perkebunan dan Kehutanan

Ungaran, SAWIT INDONESIA – Ada yang menarik dari kegiatan mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta dalam hal mengenalkan kehidupan kampus sebagai pendukung pembelajaran. Yakni dengan satu rangkaian kegiatan Orientasi Kenal Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN).

Tahun ini, OKKABUN diikuti oleh 840 mahasiswa mengikuti rangkaian orientasi di kampus dan di kebun (SEAT KP2 - UNGARAN), sejak 29 Agustus – 8 September 2025.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., menyampaikan orientasi mahasiswa baru biasanya diisi dengan kegiatan memperkenalkan fasilitas kampus dan sistem pembelajaran di pendidikan tinggi atau dijadikan masa adaptasi dan transisi dari pendidikan di SMA ke lingkungan kampus.

"Namun, kegiatan orientasi mahasiswa baru bagi mahasiswa INSTIPER Yogyakarta tidak hanya sebatas pengenalan kampus saja karena mahasiswa juga dikenalkan dengan kenal kebun yang merupakan gambaran nyata apa yang akan dipelajari selama kuliah di INSTIPER sekaligus sebagai gambaran dunia kerja yang akan dihadapi saat lulus kelak," ujarnya.

Secara teknis, OKKABUN dimulai dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mahasiswa baru. Hal ini dilakukan untuk screening awal kondisi mahasiswa dan mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

"Hal ini bukan tanpa alasan karena selama mengikuti OKKABUN, mahasiswa juga akan mengikuti pelatihan kedisiplinan untuk membentuk sikap disiplin yang sangat diperlukan selama perkuliahan sebagai bekal masuk dunia kerja," kata Dr. Harsawardana.

"Kemudian, dilanjutkan dengan beragam kegiatan, mahasiswa baru dikenalkan dengan kebun yang diselenggarakan di SEAT Ungaran, yaitu laboratorium untuk Pendidikan dan Pelatihan," imbuhnya.

Sementara itu, Dr. Adi Ruswanto, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, selaku Ketua Panitia OKKABUN menambahkan, selama kegiatan OKKABUN (6–8 September 2025), mahasiswa baru dikenalkan dengan berbagai tanaman komoditas perkebunan dan kehutanan yang ada di SEAT KP2 Ungaran. Mulai komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit, kopi, karet, kakao, teh, dan komoditas kehutanan seperti jati, jabon, dan sengon, juga dikenalkan komoditas hortikultura.

"Mengapa, karena tidak semua mahasiswa baru pernah melihat secara langsung pohon-pohon tersebut. Melalui OKKABUN mahasiswa belajar dengan teknik kinestetik yaitu melalui pengalaman langsung untuk mendapatkan pengetahuan," katanya.

"Sehingga, mahasiswa bisa memahami bagaimana bentuk pohonnya, bagaimana cara budidayanya, apa yang akan dipanen dari komoditas tersebut. Dengan demikian mahasiswa menjadi siap menerima informasi lebih dalam dan berdiskusi dengan dosen di perkuliahan," imbuh Dr. Adi.

Mengenal Teknologi dan Mekanisasi

Selama mengikuti OKKABUN di SEAT KP2 Ungaran, mahasiswa baru juga dikenalkan dengan teknologi dan mekanisasi yang dimanfaatkan dalam proses budidaya dan pengolahan pasca panen. Hal ini untuk memperlihatkan kepada mahasiswa baru agar nantinya bisa berpikir kritis untuk meningkatkan efisiensi kerja demi mencapai produktivitas yang optimal, dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi.

"Pada rangkaian acara OKKABUN tahun ini dilaksanakan gelar teknologi. Mahasiswa dikenalkan pemanfaatan crane grabber dan transporter sebagai bentuk mekanisasi dalam proses evakuasi tandan buah kelapa sawit. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan truk cerdas yang merupakan prototipe hasil grant riset kelapa sawit dosen INSTIPER yang dibiayai BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan)," jelas Betti Yuniasih, M.Sc., selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat INSTIPER.

"Selain itu mahasiswa juga diperkenalkan pemanfaatan drone untuk monitoring dan evaluasi di perkebunan dan hutan tanaman industri serta drone spraying yang dapat digunakan untuk pemupukan atau pengendalian hama," sambungnya.

Kegiatan OKKABUN yang dilaksanakan selama 10 hari untuk melatih kerja tim antar mahasiswa baru. Tugas-tugas yang diberikan oleh fasilitator, yang merupakan dosen di lingkungan INSTIPER, harus dikerjakan secara berkelompok.

Setiap kelompok terdiri dari fakultas dan program studi yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban antar mahasiswa, juga untuk belajar menyelesaikan suatu pekerjaan dengan bekerja sama dan dari banyak sudut pandang.

Artikel Terkait