• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Nusantara Sawit Sejahtera Targetkan Dana Hasil IPO Rp 1,6 Triliun - Rp 1,8 Triliun

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) menargetkan dapat meraup dana Rp 1,6 triliun - Rp 1,8 triliun dari Initial Public Offering (IPO) pada kuartal November 2021.

Dana Hasil IPO akan digunakan perusahaan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit atau CPO dan pengembangan lainnya. Selain itu, juga langkah ini mengacu pada momentum harga komoditas kelapa sawit yang sedang berada di puncak.

"Ekspansi ini kami harap membuat perusahaan mamup memberikan manfaat bagi pemegang saham dan stakeholder," ujar Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera, Robiyanto.

Perusahaan berencana melepas saham senilai Rp 120-150 per saham. Kendati begitu, dia mengatakan perkiraan harga penawaran saham tersebut masih tentatif. Perusahaan sudah menunjuk dua perusahaan sekuritas, yaitu Samuel Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, sebagai penjamin emisi.

"Begitu juga dengan jumlah saham yang akan dilepas, tapi kami perkirakan free float-nya sebesar 40 persen," kata Robiyanto, Jumat (8/10).

Sampai tahun ini, PT NSS telah memiliki 26.597 hektar lahan inti, dengan 760 hektar lahan plasma. Dengan rata-rata usia tanaman sawit tujuh tahun serta kapasitas pabrik kelapa sawit yakni 60 ton perjam.

Robiyanto menjelaskan bahwa keunggulan NSS adalah umur tanaman masih 7 tahun. Ini artinya lagi produktif dan masa produktifnya masih panjang. Ibaratnya sedang mekar-mekarnya.

“Kualitas CPO premium dan lokasi bagus karena dekat dengan bandara, pelabuhan dan perkebunan,” ujarnya.

Sementara produksi Tandan Buah Segar (TBS) per tahun adalah 18 ton per hektar. Sementara CPO 94.116 ton per tahun, dengan rendemen OER sebesar 22 persen.
"Kami juga mencatatkan laba bersih Rp217 miliar per tahun," katanya.

Pada 2027, perusahaan akan memperluas perluasan lahan plasma menjadi 10 ribu hektar. Kemudian, penambahan Pabrik Kelapa sawit sebanyak 5 pabrik. Kapasitas masing-masing pabrik yaitu tiga pabrik kapasitas 10 ton per jam dan dua pabrik dengan kapasitas 90 ton per jam.

Sementara itu, produktivitas TBS perusahaan diatas 23 ton per hektar dengan jumlah produksi CPO 224.000 ton. Selain itu, rendemen OER sebesar 24 persen, serta target laba bersih senilai Rp 937 miliar.

Artikel Terkait